Senin 20 Feb 2017 22:00 WIB

HIPMI Dorong UMKM Naik Level

Rep: Melisa Riska Putri/ Red: Ichsan Emrald Alamsyah
Ketua BPP HIPMI Bahlil Lahadalia saat menjadi pembicara dalam diskusi terkait kasus Freeport di HIPMI Center, Jakarta, Selasa (29/12).
Foto: Republika/Rakhmawaty La'lang
Ketua BPP HIPMI Bahlil Lahadalia saat menjadi pembicara dalam diskusi terkait kasus Freeport di HIPMI Center, Jakarta, Selasa (29/12).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) mendorong pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) untuk naik level. Ini juga merupakan harapan pemerintah untuk mendorong ekspor UMKM di tanah air.

Ketua Umum HIPMI Bahlil Lahadalia mengatakan, UMKM naik level maksudnya adalah perubahan lebih baik. Dari tidak ekspor menjadi ekspor, dari tidak punya merek menjadi memiliki merek. "Untuk orientasi ekspor itu ada syarat yang harus dipenuhi, tidak bisa begitu saja," katanya kepada wartawan saat ditemui di HIPMI Center, Menara Bidakara II Jakarta, Senin (20/2).

Ia mengatakan, dari 100 persen unit usaha yang ada, 98,2 persennya adalah UMKM. Menurutnya, kontribusi ekspor UMKM masih kecil karena beberapa persoalan, salah satunya Sumber Daya Manusia (SDM) pelaku UMKM dan pasar yang belum bagus.

Untuk itu, pihaknya membantu dalam hal edukasi kepada para pelaku UMKM, juga bekerjasama dengan Programma Uitzending Managers (PUM), sebuah perusahaan konsultasi yang memberikan bantuan pendampingan kepada UKM secara sukarela asal Belanda. Dengan begitu, akan diketahui keinginan pasar luar negeri untuk kemudian bisa dipenuhi UMKM dalam negeri.

"Harapan kita ke depan mampu tembus ke sana (pasar global; red)," ujarnya. Ia mencontohkan J&C Cookies, kue kering terbesar di Jawa Barat selama ini belum melakukan ekspor. Namun setelah mengikuti pendampingan PUM, perusahaan tersebut mampu menembus pasar internasional.

HIPMI menargetkan untuk meningkatkan kualitas UMKM di 34 provinsi. Tahap awal, pihaknya akan fokus di 20 provinsi terlebih dahulu.

Sementara itu, melihat tingginya penggunaan teknologi saat ini, termasuk dalam perdagangan online diakui Bahlil akan merubah pola dagang. Bahkan menurutnya, 10 tahun lagi toko-toko besar akan beralih fungsi menjadi gudang.

"Super market, mall, jadi tempat kongkow aja karena orang belanja sekarang online. Lebih cepat," katanya.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement