Jumat 13 Jan 2017 08:12 WIB

Pasar Saham AS Turun Setelah Pidato Trump

Bursa saham di Wall Street
Foto: AP
Bursa saham di Wall Street

REPUBLIKA.CO.ID, NEW YORK -- Saham-saham di bursa Wall Street berakhir lebih rendah pada Kamis (12/1) atau Jumat (13/1) pagi WIB. Nasdaq menghentikan kenaikan beruntun tujuh hari, karena investor terus mencerna pernyataan-pernyataan Presiden AS terpilih Donald Trump.

Dilansir Reuters, indeks Dow Jones Industrial Average turun 63,28 poin atau 0,32 persen menjadi ditutup pada 19.891,00 poin. Sementara itu, indeks S&P 500 kehilangan 4,88 poin atau 0,21 persen menjadi berakhir di 2.270,44 poin, dan indeks komposit Nasdaq turun 16,16 poin atau 0,29 persen menjadi 5.547,49 poin.

Para investor terus mencerna komentar-komentar Trump. Trump mengadakan konferensi pers pertamanya sejak pemilihan pada Rabu (11/1), dan para analis mengharapkan mendapatkan gambaran yang lebih jelas tentang perdagangan, rencana pajak dan stimulus fiskal dari pemerintahan baru. Namun, konferensi berakhir tanpa memberikan rincian tentang kebijakan tersebut.

Saham-saham industri kesehatan dan bioteknologi jatuh pada Kamis (12/1) setelah Trump mengkritik industri farmasi. Trump mengatakan industri obat melakukan sesuatu yang sangat buruk dengan memberlakukan harga obat sangat mahal. "Trump menyerukan prosedur penawaran baru," tulis Wall Street Journal dalam laporannya.

Pasar juga menunggu dimulainya musim laporan laba emiten kuartal keempat akhir pekan ini, ketika beberapa raksasa keuangan melaporkan angka-angka mereka. Para pialang juga mengikuti secara cermat kurva dari sektor keuangan, yang telah membukukan reli tajam sejak hari pemilihan presiden AS.

Data terbaru dari Thomson Reuters menunjukkan bahwa laba gabungan perusahaan-perusahaan S&P 500 pada kuartal keempat 2016 diperkirakan naik 5,7 persen secara tahun ke tahun (YoY), sementara pendapatannya diperkirakan meningkat 4,4 persen.

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement