Kamis 15 Dec 2016 20:58 WIB

BI Sebut Bunga Kredit Baru Turun Hingga 67 Bps

Red: Nur Aini
Suku bunga bank (ilustrasi).
Foto: Wordpress.com
Suku bunga bank (ilustrasi).

REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA -- Suku bunga kredit perbankan dari Januari hingga November 2016 baru turun 67 basis poin (bps) atau 0,67 persen, meskipun bunga acuan otoritas moneter telah turun secara agresif sebesar 150 basis poin, dan ditambah pelonggaran rasio Giro Wajib Minimum Primer (GWM-P).

Direktur Eksekutif Departemen Kebijakan Ekonomi dan Moneter BI Juda Agung mengklaim masih optimistis suku bunga kredit akan terus menurun hingga sisa tahun. "Khususnya apabila rasio kredit bermasalah (Nonperforming Loan/NPL) terus membaik maka ruang penurunan suku bunga kredit akan berlangsung terus," ujar Juda di Jakarta, Kamis (15/12).

Transmisi pelonggaran kebijakan moneter BI, baik dari suku bunga acuan maupun GWM-P yang masing-masing turun 150 bps, lebih cepat menurunkan suku bunga deposito perbankan yang telah terpangkas 131 basis poin (1,3 persen) hingga November 2016. Hal itu mengindikasikan perbankan masih melakukan konsolidasi untuk menurunkan bunga kredit perbankan, meskipun beban biaya dana bank sudah turun karena karena pelonggaran kebijakan moneter. "Karena kami lihat di 2016 adalah bisa digambarkan tahun konsolidasi baik oleh korporasi, bank, atau fiskal," ujar dia.

Juda meyakini penurunan suku bunga perbankan akan berlanjut di 2017. Hal ini karena, pemulihan ekonomi domestik akan mempengaruhi kinerja perbankan dan korporasi sebagai debitur. Dengan begitu beban operasional perbankan akan berkurang, dan menambah peluang untuk menurukan bunga kredit. "Dengan neraca yang lebih sehat akan mendorong permintaan kredit di 2017," ujarnya. Hingga Oktober 2016, menurut survei uang beredar dalam arti luas dari BI, suku bunga kredit perbankan secara rata-rata sebesar 12,21 persen.

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement