Kamis 08 Dec 2016 15:32 WIB

Bank dan Fintech Diminta tak Berebut Nasabah

Rep: Idealisa Masyrafina/ Red: Nur Aini
Pengunjung melintas saat menghadiri Indonesia Fintech and Festival di Indonesia Conference Exhibition (ICE) BSD, Tangerang, Senin (29/8).
Foto: Republika/ Tahta Aidilla
Pengunjung melintas saat menghadiri Indonesia Fintech and Festival di Indonesia Conference Exhibition (ICE) BSD, Tangerang, Senin (29/8).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Menteri Komunikasi Informasi Rudiantara menegaskan agar perbankan dan perusahaan financial technology (Fintech) untuk tidak berebut nasabah. Hal ini mengingat masyarakat telah banyak yang melirik pinjam meminjam uang melalui perusahaan Fintech dengan skema Peer to Peer Lending.

"Kita harus mengesampingkan egois sektoral, kita harus bagi-bagi lah. Jangan berebut kue (nasabah),"ujar Rudiantara dalam acara Infobank Banking Forum di Jakarta, Kamis (8/12).

Menurut Rudiantara, perbankan harus dapat mengembangkan kapasitas teknologi informasi-nya, sehingga dapat memberikan layanan lebih baik dan menyeluruh kepada nasabah. Apalagi saat ini masyarakat lebih memilih kemudahan dalam mengajukan kredit dibandingkan suku bunga.

Saat ini perusahaan Fintech banyak yang memberikan kredit melalui skema Peer to Peer Lending yang berlangsung secara online pada website perusahaan pinjaman P2P. Peer to Peer Lending merupakan praktik pinjam meminjam uang antarindividu yang tidak berhubungan, tanpa melalui perantara keuangan tradisional seperti bank atau lembaga keuangan tradisional lainnya.

Rudiantara menambahkan, ia menilai sektor IT ke depannya harus menjadi pimpinan di Indonesia. Sebab, pasar keuangan sangat bergejolak dibandingkan sektor IT di Indonesia.

"Kemkominfo sedang bekerja bagaimana Fintech berkembang dan jangan menjadi musuh bank. Bagaimana kita mempromosikan kue ini bersama-sama, agar mendapatkan kue terbesar," tutur Rudiantara.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement