Kamis 03 Nov 2016 01:34 WIB

Ubah Sampah Jadi Listrik, Indonesia Ajak Kerja Sama Denmark

Rep: INTAN PRATIWI/ Red: Budi Raharjo
TPU Bantar Gebang
TPU Bantar Gebang

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Duta Besar Denmark untuk Indonesia, Casper Klynge mengatakan pihaknya mendukung upaya Indonesia untuk menanggulangi masalah sampah yang menjadi persoalan selama ini. Klynge mengatakan beberapa proyek sedang dilakukan oleh kedua belah pihak untuk membuat sampah menjadi sumber daya energi.

Klynge mengatakan saat ini pihaknya sedang mengembangkan teknologi mengubah sampah menjadi sumber daya pembangkit listrik melalui pengelolaan sampah plastik. Klynge mengatakan proyek yang ada di Semarang tersebut bisa membantu pasokan listrik PLN sebanyak 1,3 megawatt.

"Kita terus mendukung Indonesia untuk menuntaskan persoalan sampahnya. Kita bikin proyek agar pengelolaan sampah plastik bisa diubah menjadi energi," ujar Klynge kepada Republika di Hotel Pullman, Rabu (2/11).

Klynge mengatakan dari pilot project di Semarang tersebut konsep yang sama juga akan dikerjakan di beberapa kota lain seperti Solo, Jakarta dan Surabaya. Listrik yang dihasilkan dari sampah tersebut bisa membantu kebutuhan energi Indonesia.

Klynge mengatakan hal ini menjadi penting, mengingat untuk mengurangi polusi emisi yang dihasilkan dari sampah menjadi tugas bersama berbagai negara. Klynge mengatakan proyek ini selain bermanfaat untuk Indonesia juga untuk masa depan dunia.

Klynge berharap kerjasama antar dua negara terus berjalan dengan baik, sehingga bisa mewujudkan dunia yang ramah lingkungan. Klynge mengatakan Denmark memang sangat konsen untuk mengembangkan energi terbarukan sebagai solusi memenuhi kebutuhan energi yang ramah lingkungan.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement