Sabtu 29 Oct 2016 08:46 WIB

Izin Kapal Wisata Asing akan Dipermudah

Kapal wisata (ilustrasi)
Kapal wisata (ilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Ketua Tim Percepatan Pengembangan Wisata Bahari Indonesia dan Penasehat Menteri Pariwisata, Indroyono Soesilo mengatakan, Tanjung Pinang harus punya marina dulu untuk mengadakan kegiatan sail. Saat ini baru ada lima marina, yaitu yang ada di Belawan, Priok, Perak, Benoa, dan Makassar.

Karena itu, dia mengatakan izin untuk charter flight juga akan dipermudah sekarang. "Kita harus membuka jalan buat mempermudah," katanya.

Untuk wisata selam sebagian besar berada di kawasan timur Indonesia. Target 2019 adalah 20 juta turis dengan 20 miliar revenue.  Selain itu, perlu diperbanyak lapangan kerja, membuat ajang ekonomi kreatif, mengembangkan budaya tradisional, serta memperkuat UKM.

Gubernur Kepri, Nurdin Basirun menambahkan, berdasarkan potensi yang dimiliki Kepri, sangat berpotensial. Meski tidak termasuk dalam 10 destinasi wisata unggulan, potensi wisata di Kepri sangat besar. Hanya saja, selama ini Kepri belum tersentuh. Jika tidak ada aturan dan pengembangan, potensi wisata di Kepri akan sia-sia. “Kami bukan tidak ada keinginan membangun, tapi terus terang regulasi yang sedikit menghambat,” katanya.

Kalau bertumpu pada sumber daya alam, seperti minyak bumi dia mengatakan maka akan terus menurun. Sementara untuk wisata bahari bisa naik. Dia mengatakan target 400 persen bisa naik di provinsi Kepulauan Riau (Kepri) dengan cara mempermudah perizinan, juga bebas visa sehingga yang dapat berdampak tidak langsung pada wisata bahari.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement