Selasa 27 Sep 2016 08:16 WIB

Industri Pariwisata Inggris Diperkirakan Menggeliat Setelah Brexit

Rep: Intan Pratiwi/ Red: Nur Aini
Wisata London Eye
Foto: Telegraph
Wisata London Eye

REPUBLIKA.CO.ID, LONDON -- Industri pariwisata inggris diperkirakan akan tumbuh cepat pascareferendum British exit (Brexit). Penelitian menunjukkan pertumbuhan pada sektor pariwisata ini akan terus mengalami kenaikan tiap tahunnya.

Asosiasi Pemerintah Daerah Inggris (LGA) memprediksi momentum referendum menjadikan Inggris memiliki daya tawar yang tinggi bagi pariwisata. Hal ini diperkirakan akan tumbuh sebesar 2,9 persen setiap tahun selama satu dekade ke depan.

LGA mencatat, angka industri terbaru menunjukkan ada 103 juta perjalanan semalam di Inggris pada 2015, meningkat 11 persen pada 2014, sementara belanja melonjak 8 persen menjadi 19,6 miliar pound. The West Midlands melihat peningkatan terbesar dalam perjalanan semalam naik 22 persen, diikuti oleh Yorkshire pada 20 persen, dan London dan Barat Selatan baik di 14 persen, menurut LGA.

"Perekonomian wisata merupakan salah satu sektor ekonomi yang paling cepat berkembang di Inggris dan dewan memiliki kesempatan untuk menyelaraskan tanggung jawab dilimpahkan kepada mereka untuk meningkatkan tawaran pariwisata mereka untuk menampilkan yang terbaik identitas unik mereka dan warisan." ujar Ian Stephens, Ketua LGA seperti dilansir dari Huffington Post, Selasa (27/9).

Beberapa program dicanangkan untuk mendukung pertumbuhan pariwisata ini. LGA mengatakan pemerintah Inggris sedang memaksimalkan wisata maritim dan peluang investasi di sektor maritim.

Pemerintah Kota Liverpool misalnya, sedang melakukan investasi pinjaman untuk mendanai proyek perbaikan dan renovasi besar-besaran situs pariwisata. Philharmonic Hall, Royal Court Theatre, dan pusat-pusat budaya lainnya menjadi salah satu prioritas Liverpool untuk meningkatkan pariwisata.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement