Jumat 16 Sep 2016 01:28 WIB

PGN Siap Layani Gas Bumi ke Kawasan Industri Jawa Tengah

Rep: Bowo Pribadi/ Red: Nur Aini
Petugas PT Perusahaan Gas Negara (PGN) melakukan pengecekan stasiun gas yang terpasang di sebuah perusahaan di Kawasan Industri Wijayakusuma Semarang, Jawa Tengah, Selasa (28/6).
Foto: Antara/R. Rekotomo
Petugas PT Perusahaan Gas Negara (PGN) melakukan pengecekan stasiun gas yang terpasang di sebuah perusahaan di Kawasan Industri Wijayakusuma Semarang, Jawa Tengah, Selasa (28/6).

REPUBLIKA.CO.ID, SEMARANG -- PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk (PGN) telah merampungkan proyek pipa gas PGN di Kawasan Industri Wijaya Kusuma, Semarang. Dalam waktu dekat gas siap mengalir untuk kebutuhan di kluster industri ini.

Sekretaris Perusahaan PGN, Heri Yusup mengatakan, proyek pipa sepanjang sembilan km tersebut dapat mengalirkan gas dengan kapasitas sementara sebesar 35 juta kaki kubik per hari (MMSCFD). Nantinya pasokan gas bumi di pipa tersebut dapat ditingkatkan lagi hingga menjadi 100 MMSCFD. "Dalam waktu dekat PGN sudah mengalirkan gas bumi ke PT Nippon Indosari, PT Intac Brass, PT Cargil dan industri lainnya di Semarang, Jawa Tengah," katanya, Kamis (15/9).

Heri menambahkan, setelah selesainya proyek pipa gas Wijaya Kusuma ini, PGN akan kembali memperluas jaringan pipa gas bumi di Jawa Tengah. Nantinya gas PGN dapat mengalir ke wilayah di Jawa Tengah seperti Kendal, Semarang,  Rembang, Pati, Kudus, hingga Demak.

Gas bumi ini diproyeksikan untuk melayani krbutuhan industri di wilayah tersebut, yang sampai saat ini sebagian besar masih menggunakan bahan bakar seperti solar, batu bara, elpiji, bahkan kayu bakar.

"Gas bumi merupakan energi yang sampai saat ini paling efisien dibandingkan bahan bakar lainnya, selain itu gas bumi merupakan energi bersih dan aman serta mudah," kata Heri.

Heri mengungkapkan, selain pipa di wilayah Wijaya Kusuma, PGN juga memiliki infrastruktur pipa gas bumi PGN di Jawa Tengah, yakni fasilitas cluster Compressed Natural Gas (CNG) Tambak Aji.

Infrastruktur ini merupakan hasil inovasi PGN yang tidak harus mengandalkan mulut sumur gas bumi untuk dapat memasok gas bumi ke pelanggan. Fasilitas Cluster CNG Tambak Aji sepanjang 5 km sudah beroperasi sejak 2015 dengan dilengkapi dengan Pressure Reducing Station berkapasitas 1.000 meter kubik gas bumi per jam.

Selain proyek Wijaya Kusuma dan Tambak Aji, PGN sebelumnya telah menyelesaikan pembangunan pipa gas bumi di wilayah Kejayan-Purwosari sepanjang 15 kilometer (Km). Kemudian ada di di wilayah Jetis-Ploso yang berada di wilayah Mojokerto dan Jombang sepanjang 27 km yang dapat memasok gas bumi hingga 65 juta kaki kubik per hari (MMSCFD). "PGN juga menyelesaikan proyek pipa distribusi gas bumi di wilayah Nagoya, Pulau Batam sepanjang 18,3 km," ujarnya.

Hingga saat ini PGN telah menyalurkan gas bumi ke berbagai wilayah di Indonesia. Pelanggan PGN tersebar mulai dari Sumatera Utara, Kepulauan Riau, Riau, Sumatera Selatan, Lampung, DKI Jakarta, Jawa Barat, Banten, Jawa Tengah, Jawa Timur, Kalimantan Utara, sampai Papua.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement