Sabtu 10 Sep 2016 22:04 WIB

Menteri Rini: Holding BUMN Tunggu Tanda Tangan Presiden

Menteri BUMN Rini Soemarno meberikan sambutan sebelum melaksanakan MoU sinergi pembentukan perusahaan prinsipal di Jakarta, Jumat (9/9
Foto: Republika/Prayogi
Menteri BUMN Rini Soemarno meberikan sambutan sebelum melaksanakan MoU sinergi pembentukan perusahaan prinsipal di Jakarta, Jumat (9/9

REPUBLIKA.CO.ID, MATARAM -- Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno menegaskan pembentukan holding BUMN tinggal menunggu tandatangan Presiden Joko Widodo.

"Sekarang sudah ada di Sesneg dan mudah-mudahan segera ditandatangani Presiden," kata Menteri BUMN Rini Soemarno di sela-sela peletakan batu pertama pembangunan Masjid Agung Mandalika di Desa Kuta, Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat, Sabtu (10/9).

Rini menjelaskan perubahan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 44 Tahun 2005 tentang tata cara penyertaan dan penatausahaan modal negara pada badan usaha milik negara sudah disetujui oleh semua pihak.

"Memang soal PP No 44 itu ada sedikit perubahan. Tetapi sekarang semuanya sudah setuju. InsyaAllah segera ditandatangani Presiden," katanya.

Kementerian BUMN akan membentuk enam sektor holding BUMN yaitu BUMN Migas, BUMN Pertambangan, BUMN Jalan Tol, BUMN Perumahan, BUMN Keuangan, dan BUMN Pangan.

sumber : antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement