Selasa 16 Aug 2016 13:18 WIB

Jokowi Tekankan Pembangunan Berorientasi Indonesiasentris

Rep: Dessy Suciati Saputri/ Red: Nur Aini
Jokowi
Foto: setkab.go.id
Jokowi

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyampaikan pemerintah tengah mengubah pembangunan yang bersifat Jawasentris menjadi Indonesiasentris. Sehingga, pembangunan pun dapat merata di seluruh wilayah di Indonesia.

Tak hanya itu, Jokowi juga menekankan, pentingnya pemerintah menekan belanja negara yang bukan untuk program prioritas.

"Kabinet Kerja berkehendak meletakkan fondasi pembangunan nasional yang kokoh pada tahun pertama pemerintahan. Paradigma pembangunan nasional kita ubah dari yang bersifat konsumtif menjadi produktif, dari yang bersifat Jawasentris menjadi Indonesiasentris," kata Jokowi dalam pidato kenegaraan Kemerdekaan RI ke-71 di DPR, Jakarta, Selasa (16/8).

Pembangunan hingga di daerah perbatasan ini diharapkan dapat memperkuat konektivitas nasional. Karena itu, Jokowi menyampaikan perlunya percepatan pembangunan untuk mencapai tujuan ini.

Selain itu, pemerintah juga berupaya memperbaiki aturan dan birokrasi yang justru menghambat pembangunan bangsa. Selama merdeka, lanjut Jokowi, pemerintah belum berhasil memutus rantai kemiskinan, pengangguran, serta ketimpangan dan kesenjangan sosial. Meskipun masing-masing pemerintahan telah berupaya keras memperbaiki kesejahteraan sosial, namun pemerintahan saat ini menghadapi tantangan yang berbeda.

"Perbedaannya, kita menghadapi tantangan tersebut di tengah tatanan baru dunia, di tengah era kompetisi global. Kompetisi tidak lagi terjadi antardaerah tetapi antarnegara, antarkawasan. Sebuah era di mana semua negara saling terhubung satu sama lain, satu masalah bisa menjadi masalah bagi negara-negara di dunia," kata Jokowi.

Menurutnya, dampak perekonomian global yang mengalami perlambatan pun juga mempengaruhi perekonomian nasional. Kendati demikian, berdasarkan data BPS, pertumbuhan ekonomi nasional tercatat tumbuh dari 4,92 persen pada kuartal pertama menjadi 5,18 persen pada kuartal kedua tahun ini.

Pertumbuhan ekonomi nasional inipun disebutnya jauh lebih besar di atas rata-rata pertumbuhan ekonomi dunia dan negara-negara berkembang. Bahkan, Jokowi menyebut pertumbuhan ekonomi Indonesia merupakan salah satu pertumbuhan yang tertinggi di Asia.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement