Rabu 29 Jun 2016 12:21 WIB

SKK Migas: Target Lifting Minyak Sulit Tercapai

Rep: Sapto Andika Candra/ Red: Nidia Zuraya
produksi minyak Indonesia
produksi minyak Indonesia

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Capaian lifting minyak mentah untuk tahun ini sulit untuk menyentuh angka yang ditargetkan dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Perubahan (APBN-P) 2016 sebesar 820 barel per hari.

Alasannya, pemangkasan biaya produksi dan jumlah pemboran yang berkurang mau tak mau membuat produksi minyak ikut turun. Target lifting minyak dalam APBN ini sudah dipangkas dari target sebelumnya yakni 830 ribu barel per hari. 

Kepala Satuan Kerja Khusus Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) Amien Sunaryadi mengungkapkan bahwa realisasi produksi minyak semester pertama ini mencapai 834 ribu barel per hari. Namun memasuki September pihaknya memproyeksikan akan ada penurunan produksi yang membuat rata-rata produksi pada akhir tahun 2016 ini bertengger di angka 819 ribu barel per hari. 

Amien menjelaskan, penurunan produksi lebih disebabkan oleh faktor alamiah lapangan yang menua. Secara menyeluruh, lanjutnya, penurunan produksi paling signifikan dialami oleh PT Pertamina EP yang mengurangi jumlah sumur pemboran. 

"Jadi kalau biaya untuk pengeboran itu dikurangi, supaya cost recovery-nya turun berarti pengeborannya dikurangi kan. Tadinya sekian sumur menjadi sekian sumur. Nah kalau pengeborannya dikurangi ya produksinya nambah sedikit," ujar Amien saat ditemui di Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Rabu (29/6). 

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement