Kamis 02 Jun 2016 15:46 WIB

Pedagang Ogah Jual Daging Sapi Impor

Rep: Lilis Handayani/ Red: Nur Aini
Daging Sapi Impor
Foto: Republika/Wihdan Hidayat
Daging Sapi Impor

REPUBLIKA.CO.ID, CIREBON -- Pedagang daging sapi di pasar tradisional tidak mau menjual daging sapi impor beku. Konsumen dinilai lebih menyukai membeli daging sapi segar dibandingkan daging sapi impor beku dengan alasan kualitas dan rasa daging setelah dimasak yang lebih enak.

''Saya pernah jual (daging sapi impor beku) sekali, sekarang tidak mau lagi,'' ujar salah seorang pedagang daging sapi di Pasar Kanoman Kota Cirebon, Diding, Kamis  (2/6).

Diding menjelaskan, berdasarkan pengalamannya saat menjual daging sapi impor beku, warna daging sudah berwarna kehijauan setelah satu jam dipajang. Akibatnya, konsumennya tidak ada yang mau membeli daging tersebut.

Diding mengaku, harga daging sapi impor beku lebih murah, yakni Rp 80 ribu per kg. Namun, konsumennya tetap lebih memilih membeli daging sapi segar meski harganya lebih mahal. ''Makanya saya pun pilih untuk menjual daging sapi segar saja,'' kata Diding.  

Diding menyebutkan, untuk daging sapi segar, harganya bervariasi tergantung kualitas daging sapinya. Untuk daging sapi yang masih berlemak, dijual dengan harga Rp 95 ribu per kg. Sedangkan daging has dalam kualitas baru, dijual seharga Rp 120 ribu per kg.

Diding menyatakan, ia mendapat kiriman daging sapi segar setiap pagi dari rumah potong hewan (RPH) Batembat, Kabupaten Cirebon. Hingga kini, pasokan dari RPH tersebut masih normal.

''Permintaan daging sapi dari konsumen pun masih normal,'' kata Diding. ‬

‪Sementara itu, penolakan terhadap daging sapi impor beku juga disampaikan seorang pemilik rumah makan di kawasan Jalan Veteran,  Kota Cirebon, Badar. Dia menyatakan, lebih memilih membeli daging sapi segar untuk diolah menjadi masakan. ''Saya tidak mau membuat masakan dari daging sapi impor beku,'' kata Badar.

Badar menyatakan, daging sapi impor beku akan terasa hambar saat dimasak menjadi rendang maupun olahan daging lainnya. Hal itu akan membuat konsumen tak lagi membeli masakannya. ''Jadi saya lebih memilih membuat rendang dari daging sapi segar,'' tutur Badar.

Dinas Pertanian, Peternakan, Perkebunan dan Kehutanan Kabupaten Cirebon meminta kepada supplier untuk menjamin pasokan sapi. Mereka pun menekankan agar pedagang tidak menaikkan harga terlalu tinggi.

Baca juga: Ahok Sebut Mafia Punya Peluang Mainkan Impor Daging

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement