Sabtu 14 May 2016 19:40 WIB

Menkeu: Lembaga Keuangan Islam Harus Lebih Aktif

Menteri Keuangan Bambang Brodjonegoro berbicara dalam seminar Intenasional di Institut Pertanian Bogor, Jawa Barat, Sabtu (14/5)
Foto: Tahta Aidilla/Republika
Menteri Keuangan Bambang Brodjonegoro berbicara dalam seminar Intenasional di Institut Pertanian Bogor, Jawa Barat, Sabtu (14/5)

REPUBLIKA.CO.ID, BOGOR -- Menteri Keuangan Bambang Brodjonegoro mendorong lembaga keuangan mikro syariah harus lebih aktif lagi membantu meningkatkan pertumbuhan usaha mikro kecil dan menengah di Indonesia terutama dalam akses keuangan.

"Perkembangan ekonomi syariah Indonesia saat ini cukup menarik, karena sudah sangat dekat dengan isu pembangunan yang kita miliki Indonesia," kata Bambang usai menghadiri seminar internasional Lembaga Keuangan Mikro Islam dalam Pengentasan Kemiskinan di Negara-Negara Anggota Organisation of Islamic Coorporation (OIC), di Kampus IPB Dramaga, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Sabtu (14/5).
 
Menurutnya, saat ini lembaga keuangan mikro syariah mulai berkembang pesat karena kebutuhan Indonesia saat ini lebih kepada lembaga keuangan mikro dibanding perbankan secara umum. "Jadi ini kesempatan yang baik bagi lembaga keuangan Islam atau yang lain untuk lebih aktif lagi dalam lembaga keuangan mikro," katanya.
 
Terkait dominasi antara lembaga keuangan perbankan konvensional maupun syariah, menurut Bambang, masyarakat tidak perlu memperdebatkan siapa yang lebih dominan, tetapi lebih memperhatikan kemanfaatannya kepada masyarakat.
 
"Jika bank Islam sudah masuk ke dalam lembaga keuangan mikro, artinya Bank Islam atau syariah sudah sangat peka dan sangat antisipatif terhadap kebutuhan masyarakat secara umum, karena itulah kebutuhan masyarakat kita yang sebenarnya," katanya.
 
Bambang menambahkan, Pemerintah Indonesia sangat mendukung pertumbuhan dan perkembangan lembaga keuangan Syariah (Islam) salah satunya melalui kerja sama dengan Islamic Development Bank (IDB) dalam mendukung perkembangan lembaga keuangan mikro.
 
"Ada juga melalui Kredit Usaha Rakyat (KUR) itu adalah bentuk kita mendukung lembaga keuangan mikro dan lembaga keuangan Islam bisa memanfaatkan fasilitas ini," katanya.

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement