REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA -- Pakar hukum tata negara sekaligus Guru Besar di Universitas Andalas, Saldi Isra, terpilih sebagai Komisaris Utama PT Semen Padang yang juga anak usaha PT Semen Indonesia Tbk. Saldi terpilih untuk menggantikan Djamari Chaniago yang sebelumnya menjabat sebagao komisaris utama perseroan, dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) yang diadakan di Jakarta, Rabu (11/5).
RUPS juga memutuskan untuk mengangkat Wiztian Yoetri menjadi komisaris perseroan. Wiztian yang juga seorang pewarta senior, sebelumnya aktif sebagai pimpinan sejumlah surat kabar di Sumatra Barat. Selain itu, pemegang saham juga memutuskan untuk mengangkat kembali Benny Wendry sebagai Direktur Utama PT Semen Padang periode 2016 sampai 2021.
Benny menjelaskan, dalam RUPS yang juga dihadiri oleh Direktur Utama PT Semen Indonesia Tbk selaku induk perusahaan membahas sejumlah agenda termasuk laporan keuangan yang telah disetujui, penggunaan laba bersih, serta penujukkan akuntan publik bagi perusahaan.
"Dan juga mengenai perubahan nilai investasi Indarung VI. Ada kenaikan 4,9 persen untuk investasi di sana," ujar Benny saat ditemui di Kantor PT Semen Indonesia, Jakarta, Rabu (11/5).
Ia juga menjelaskan, volume penjualan produk semen pada kuartal pertama tahun ini sebanyak 1.634.081 ton, atau naik sedikit dibandingkan dengan periode yang sama pada 2015, sebanyak 1,6 juta ton.