Sabtu 02 Apr 2016 20:51 WIB

Investasi Lebih Syar'i Ketimbang Menabung

Rep: Fuji Pratiwi/ Red: Achmad Syalaby
Keuangan syariah (ilustrasi).
Foto: Theedge.me
Keuangan syariah (ilustrasi).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA-- Senior Fiduciary Advisor Janus Financial Dwita Ariani menyarankan para nasabah untuk berhijrah dari menabung ke investasi. Dia pun mengutip surat Yusuf di dalam Alquran bahwa ada instruksi menanam dalam rentang waktu tertentu dan konsumsi secukupnya.

''Ada siklus yang disebut di sana. Siklus krisis keuangan juga kita rasakan makin rutin. Belum lagi inflasi yang ikut mengurangi nilai aset,'' ungkap Dwita dalam acara bincang-bincang keuangan syariah di Festival Pasar Modal Syariah di Bursa Efek Indonesia belum lama ini.

Kata dia, Islam mengatur ketentuan berinvestasi. Salah satu cobaan terberat manusia juga harta. Tak heran, dia menjelaskan, Muslim dihisab detil soal harta, dari mana dan digunakan  untuk apa. Yang harus diingat dalam investasi Islami, kata Dwita, adalah berprinsip bagi hasil, bagi rugi dan haramnya riba.

Karena itu, dia menyarankan untuk memindahkan tabungan atau deposito konvensional ke syariah, serta hindari ketidakjelasan, unsur judi atau spekulasi. Tak ketinggalan, ujar dia, pastikan transaksi selalu memiliki barang atau proyek yang mendasarinya (underlying).

Dia menambahkan, hijrah syariah untuk investasi bisa dilakukan dan tidak ada keharusan memulai investasi dari reksa dana. Investor saham langsung harus melihat potensi satu perusahaan di masa depan.

Investor saham syariah bisa memanafaatkan investasi di indeks saham syariah yang sudah ada seperti Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) dan Jakarta Islamic Index (JII). Penting bagi investor syariah untuk memerhatikan basis bisnis perusahaan dan fundamental keuangannya. Investor syariah harus membekali diri dengan pengetahuan dan mengejar keberkahan.

DSN MUI bertugas untuk menyaring saham dan sektor mana yang masuk kategori syariah dan tidak. ''Ada beberapa saham perbankan konvensional memang memberi keuntungan besar, tapi yang Muslim kejar bukan cuma untung, berkah yang utama,'' kata Dwita

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement