Senin 28 Mar 2016 14:05 WIB

Menteri ESDM: Indonesia Harus Miliki Cadangan BBM di Luar Negeri

Petugas memeriksa kapasitas tangki BBM di terminal Bahan Bakar Minyak (BBM) Plumpang, Jakarta. (Prayogi/Republika).
Foto: Republika/Prayogi
Petugas memeriksa kapasitas tangki BBM di terminal Bahan Bakar Minyak (BBM) Plumpang, Jakarta. (Prayogi/Republika).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Sudirman Said menilai pencadangan bahan bakar minyak (BBM) di luar negeri untuk saat ini merupakan keharusan.

"Kita simpan BBM di luar negeri, karena kita harus memupuk cadangan dan opsi penyimpanan di luar negeri harus dilakukan saat ini," kata Sudirman di Direktorat Jenderal Ketenagalistrikan, Jakarta, Senin (28/3).

Penyimpanan BBM di luar negeri tersebut, dikarenakan Indonesia belum memiliki sarana penyimpanan yang memadai, namun kebutuhan untuk melakukan pemenuhan cadangan tersebut dipandang sangat tepat jika dilakukan sekarang dengan harga minyak yang masih nisbi rendah.

"Jika punya uang, baiknya beli sekarang, namun saat ini kita juga tidak punya cukup sarana penyimpanan, jadi jalan keluarnya, waktu kita beli sementara kita titipkan di penjual, sama seperti pembeli yang lain," ujarnya.

Cadangan BBM yang dimiliki Indonesia tergolong sedikit, hanya sekitar 18-22 hari, ini membuat ketahanan energi Indonesia rawan. Sebagai perbandingan, Singapura saja punya cadangan BBM sampai 90 hari, Cina juga memiliki cadangan BBM hingga 90 hari, Amerika Serikat bahkan punya cadangan untuk 260 hari.

sumber : Antara
Berita Terkait
Berita Lainnya

Rekomendasi