Ahad 13 Mar 2016 18:12 WIB

Bandara dan Pelabuhan di Pulau Rote akan Diperbaiki

Rep: Muhammad Nursyamsyi/ Red: Nur Aini
Anak-anak membawa bendera merah putih di desa pesisir pulau Ndao, Rote, Nusa Tenggara Timur, Kamis (13/8).
Foto: Antara/M Agung Rajasa
Anak-anak membawa bendera merah putih di desa pesisir pulau Ndao, Rote, Nusa Tenggara Timur, Kamis (13/8).

REPUBLIKA.CO.ID, ROTE -- Menteri Perhubungan Ignasius Jonan mengecek pelayanan publik serta fasilitas Bandara dan Pelabuhan dalam kunjungan kerja ke Pulau Rote, Nusa Tenggara Timur pada Ahad (13/3).

Saat meninjau Bandara D.C Saudale Rote di Desa Sanggoen, Kecamatan Lobalain, Kabupaten Rote Ndao, Provinsi Nusa Tenggara Timur ini, Menhub Jonan mengatakan bandara tersebut perlu ditingkatkan lagi baik kapasitasnya maupun kualitasnya.

"Kondisinya sekarang masih perlu disempurnakan lagi. Seperti, terminalnya perlu dirapihkan lagi, appron, perkerasan landasan juga perlu diperbaiki lagi agar pelayanannya lebih baik lagi," ujarnya dalam siaran pers yang diterima Republika.co.id, Ahad (13/3).

Tahun lalu, bandara kelas III yang dikelola UPT Ditjen Perhubungan Udara Kemenhub ini telah menyelesaikan beberapa pembangunan seperti pelapisan runway, pembangunan taxiway baru, appron, dan area sisi darat.

Menhub optimistis, perbaikan bandara Rote akan dapat diselesaikan dalam waktu dekat ini dan diharapkan pertengahan tahun ini pelayanannya sudah lebih baik.

Saat ini, bandara D.C. Saudale Rote memiliki panjang runway 1.650 m x 30 m dan mampu didarati pesawat jenis ATR 72 500/600. Penerbangan menuju Pulau Rote dilayani oleh maskapai Wings Air dengan rute Kupang - Rote  (PP) satu kali setiap harinya dengan jarak tempuh kurang lebih 30 menit dengan tarif sekitar 400.000 rupiah.

Jonan mengatakan, untuk kedepannya kalau perlu dari Surabaya atau Denpasar bisa langsung ke Pulau Rote.

Usai meninjau bandara, Menhub kuga meninjau Pelabuhan Ba'a Rote. Pelabuhan ini dikelola oleh Kantor Unit Penyelenggara Pelabuhan Ba'a di bawah Ditjen Perhubungan Laut Kemenhub. Pada kesempatan tersebut, Menhub Jonan menginstruksikan untuk menambah rambu navigasi dan agar juga dilakukan perbaikan-perbaikan serta memperhatikan kebersihan.

Menhub juga mengatakan akan menempatkan kapal patroli di Pelabuhan Ba'a mengingat pelabuhan ini terletak di pulau terluar bagian selatan Indonesia.

Pelabuhan Ba'a Rote yang termasuk dalam Salah Satu pelabuhan di Jalur Tol Laut ini, merupakan pelabuhan kelas III. Memiliki fasilitas gedung terminal penumpang seluas 400 m2 yang baru selesai dibangun tahun 2015. Gedung terminal tersebut  mampu menampung hingga 200 orang penumpang. Setiap harinya pelabuhan ini melayani angkutan kapal penumpang dengan kapal cepat  berkapasitas hingga 200 orang dengan rute Kupang-Rote pergi pulang (PP) satu kali sehari.

Advertisement
Berita Terkait
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement