Kamis 10 Mar 2016 17:25 WIB

Temui JK, Dubes Cina Klarifikasi Harga Proyek Kereta Indonesia dan Iran

Batu Prasasti Pembangunan Kereta Cepat Jakarta-Bandung.
Foto: istimewa
Batu Prasasti Pembangunan Kereta Cepat Jakarta-Bandung.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Duta Besar Cina untuk Indonesia Xie Feng menjelaskan perbandingan proyek kereta cepat di Indonesia dan Iran, yang sebagiannya dikerjakan oleh perusahaan China Railway International Co. Ltd. Dia mengatakan nilai investasi Cina dalam proyek kereta cepat di Iran lebih murah daripada di Indonesia karena jalur yang dikerjakan di Iran lebih pendek daripada di Indonesia.

"Total rel kereta di sana memang lebih dari 400 atau 500 kilometer, tetapi kenyataannya yang sedang dibahas dengan kami hanya sebagian kecil dari itu, tidak lebih dari 100 kilometer," kata Xie Feng usai bertemu Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) di Jakarta, Kamis (10/3).

Dia menambahkan, proyek kerja sama antara Cina dan Iran dalam proyek kereta cepat itu juga belum mencapai kesepakatan di antara kedua negara. "Sepengetahuan saya, proyek itu belum diputuskan. Jadi kabar yang didengar selama ini terkait panjang lintasan rel itu adalah total lintasan yang ada di sana (Iran), tetapi yang kami kerjakan hanya sebagian kecilnya saja," jelasnya.

Seperti diberitakan, konsorsium perusahaan Cina di Iran menawarkan investasi sebesar 2,73 miliar dolar AS untuk pembangunan proyek kereta cepat Teheran-Isfahan. Sedangkan untuk proyek yang sama untuk jalur Jakarta-Bandung, konsorsium mengatakan perlu dana sebesar 5,5 miliar dolar AS.

Jalur kereta cepat Jakarta-Bandung akan membentang 150 km dan dibangun secara layang atau elevated. High Speed Railways itu akan melesat dengan kecepatan 250 km per jam melewati empat stasiun antara lain Halim, Karawang, Walini, Gedebage.

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement