Senin 01 Feb 2016 18:20 WIB

Menteri BUMN Ungkap Potensi Indonesia Menangkan MEA

Rep: Muhammad Nursyamsyi/ Red: Djibril Muhammad
Menteri BUMN Rini Soemarno menyampaikan paparan kinerja BUMN 2015 di Gedung Kementerian BUMN Jakarta, Selasa (19/1).
Foto: Antara/Wahyu Putro A
Menteri BUMN Rini Soemarno menyampaikan paparan kinerja BUMN 2015 di Gedung Kementerian BUMN Jakarta, Selasa (19/1).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Menteri BUMN Rini Soemarno mengatakan, Indonesia mempunyai potensi besar memenangkan persaingan pada era Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) yang sudah bergulir sejak awal tahun.

"Indonesia memiliki potensi yang besar dibandingkan negara ASEAN lain didukung populasi terbesar, resources, dan market," ujarnya dalam seminar bertajuk 'Sinergi BUMN Menjawab Tantangan dan Peluang MEA', di Hotel Borobudur, Jakarta Pusat, Senin (1/2).

Bonus demografi dan berbagai macam komoditas yang dimiliki, ia katakan, dapat menjadi keunggulan Indonesia dalam persaingan menghadapi MEA. Kendati begitu, tantangan besar harus segera dijawab Indonesia, mengingat belum meratanya pembangunan.

"Target kita, ketahanan pangan dan energi yang rendah, dan masih tergantung impor, akses keuangan masih rendah, kualitas SDM belum memadai," katanya.

Ia menambahkan, dari kualitas industri dasar dan infrastruktur pada 2014-2015, Indonesia menempati peringkat 77, dengan kualitas bandara yang berada di posisi 64, jalan di nomor 72. Selain itu, ketergantungan Indonesia pada impor untuk bahan baku juga masih cukup besar yakni sekitar 77 persen.

"Ketergantungan kita untuk obat-obatan. Kita peracik, kita impor bahan-bahan baku, kita hanya meracik," katanya menambahkan.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement