REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Soal produk halal, konsumen dinilai harus peduli. Di sisi lain, masyarakat juga punya ekspektasi tinggi terhadap produk halal.
Ketua Hijabers Community Syifa Fauzia meyakini ajaran Islam tidak memberatkan manusia, termasuk soal produk halal. Akan lebih baik kalau konsumen cari tahu kehalalan suatu produk. Terhadap semua produk yang sudah mendapat sertifikat halal, masyarakat punya ekspektasi produk itu halal dari bahan baku hingga distribusi ke masyarakat.
''Hijab Community tidak ingin anggota komunitas ini hanya taat pada arahan nilai Islam tidak hanya soal tampilan, tapi keseluruhan,'' ungkap Syifa dalam diskusi Halal Supply Chain di Kantor Markplus Inc, Jumat (29/1).
Menerapkan gaya hidup halal sepenuhnya, lanjut Syifa, jadi tujuan utama komunitas ini. Karena itu, Syifa menilai komunitas Muslimah ini juga terus saling berbagi ilmu agat bisa sama-sama belajar.
Mencari produk halal di Indonesia harusnya tidak sulit meski memang masih ada produk yang tidak halal. Tantangannya Syifa lihat ada di makanan internasional seperti makanan Jepang. Untuk produk kosmetik, jika pun ada anggota komunitas ini masih memakai kosmetik impor, mereka memilih yang non hewani.
''Sudah ada kemitraan dengan beberapa perusahaan kosmetik sehingga Hijabers bisa pilih mana yang halal dan sesuai. Di internal kami juga berbagi informasi,'' kata wanita yang berkerudung sejak SMA ini.
Hijabers Community kini memiliki sekitar 4.000 anggota aktif berusia antara 18-35 tahun. Fokus komunitas ini adalah mengedepankan gaya hidup halal.