Senin 11 Jan 2016 19:01 WIB

Ngebor Lagi, Dirut Lapindo: Kalau Ada Pendapatan untuk Bayar Utang

Rep: Sapto Andika Candra/ Red: Nur Aini
Seorang warga melihat kondisi semburan lumpur panas Lapindo, Porong, Sidoarjo, Jawa Timur, Rabu (8/4).
Foto: Republika/Prayogi
Seorang warga melihat kondisi semburan lumpur panas Lapindo, Porong, Sidoarjo, Jawa Timur, Rabu (8/4).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- PT Lapindo Brantas Inc berencana kembali melakukan pengeboran di Tanggulangin, Sidoarjo. Meski telah mendapat perintah penghentian sementara dari pemerintah, Lapindo Brantas menilai harus mempertahankan produksi. Pendapatan dari produksi tersebut akan digunakan untung membayar utang perseroan.

Direktur Utama PT Lapindo Brantas Inc Tri Setya Sutisna mengaku pihaknya telah menerima keputusan pemerintah untuk menghentikan sementara rencana pemboran di sumur baru. Namun, Tri menegaskan bahwa instruksi dari pemerintah bukanlah penghentian operasi secara permanen, namun hanya sementara dengan syarat melakukan kajian ulang terhadap aspek keamanan pemboran.

"Secara teknis nggak ada masalah. Kayak kereta api kecelakaan di Bintaro, masa yang disuruh berhenti PT kereta apinya," kata Tri.

Tri menegaskan perusahaan juga telah melakukan evaluasi keamanan sebelumnya. Ia menyebutkan hingga saat ini kegiatan persiapan lapangan juga dihentikan untuk sementara. Tri menambahkan, sumur baru yang nantinya akan dibor membutuhkan setidaknya 6 juta dolar AS untuk dua sumur dengan potensi 9 hingga 12 triliun kaki kubik.

"Kita harus mempertahankan produksi karena sudah punya komitmen dengan pembeli. Di Tanggulangin, ada jargas (jaringan gas) yang dikelola Pertamina. Secara natural akan turun terus kalau tidak ada pengeboran lagi. Kalau ada pendapatan tentu untuk bayar utang kita," katanya.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement