Selasa 01 Dec 2015 14:52 WIB

Industri Olahan Tembakau Nonrokok RI Sepi

Rep: Sonia Fitri/ Red: Nur Aini
  Seorang warga menjemur tembakau di Desa Ngerong, Kab. Magetan, Jatim.
Seorang warga menjemur tembakau di Desa Ngerong, Kab. Magetan, Jatim.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kementerian Pertanian (Kementan) masih fokus meningkatkan produksi tembakau untuk rokok agar tidak bergantung pada produk impor. Sementara untuk produk diversifikasi seperti pestisida nabati, parfum, dan bahan farmasi, masih di lingkup penelitian.

"Lagi pula untuk produk tembakau nonrokok, pasarnya masih sepi," kata Direktur Perbenihan Perkebunan dan Pelaksana Tugas Direktur Tanaman Semusim dan Rempah Direktorat Jenderal Perkebunan Kementan Nurnowo Paridjo di Jakarta, Selasa (1/12).

Mempertimbangkan aspek kesehatan, ia menyadari produksi tembakau untuk rokok mesti dikendalikan. Berdasarkan data dari Kementerian Kesehatan, kematian akibat penyakit yang terkait dengan merokok di Indonesia pada 2010 sebanyak 190.260 orang atau 12,7 persen dari total kematian.  

Namun ia juga melihat, sampai saat ini produksi tembakau nasional masih bersifat fluktuatif, bergantung pada musim dan kondisi harga tembakau. Penurunan produksi juga disebabkan tekanan alihfungsi lahan dari tembakau ke nontembakau. "Tekanan ke nonpertanian ini yang kita khawatirkan, misalnya jadi real estate," ujarnya.

Data Ditjen Perkebunan mencatat, luas areal tembakau berfluktuatif. Pada 2002 lahan tembakau seluas 255.937 hektare dengan produksi 192.080 ton. Pada 2006 luas lahan menurun menjadi 172.234 hektare dengan produksi 146.265 ton. Namun, pada 2012 luas lahan meningkat lagi menjadi 269.670 hektare dengan produksi 263.678 ton. Sedangkan, pada 2014 luas areal tembakau turun menjadi 206.303 ha dengan produksi 222.187 ton.

Direktur Jenderal Perkebunan Kementan Gamal Nasir menyebut, pasar tembakau dalam negeri terus meningkat seiring dengan meningkatnya kapasitas pabrik rokok. Namun sebagian bahan bakunya masih impor karena belum dapat dipenuhi dari produksi dalam negeri.

Saat ini tembakau Indonesia menyumbang sekitar 34 persen dari kebutuhan pasar tembakau dunia. Beberapa jenis tembakau yang masih bertahan sebagai ikon tembakau Indonesia antara lain Tembakau Deli, Voorstenlands dan Tembakau Besuki Na-Oogst. "Beberapa produk tembakau Indonesia yang memiliki kekhasan masih dicari oleh pembeli luar negeri seperti tembakau Deli, tembakau Madura dan tembakau Temanggung," katanya.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement