Jumat 06 Nov 2015 11:08 WIB

National Geographic PHK Ratusan Karyawan

Rep: Melisa Riska Putri/ Red: Nidia Zuraya
National Geographic
Foto: wallpapershunt.com
National Geographic

REPUBLIKA.CO.ID, WASHINGTON -- Perusahaan penerbit majalah National Geographic, National Geographic Society,  akan memberhentikan sekitar 180 dari 2.000 orang karyawannya. Ini merupakan sebuah langkah pemangkasan biaya perusahaan penerbit majalah terkenal yang sahamnya dimiliki Rupert Murdoch.

Pengelola National Geographic mengirimkan surat elektronik pemberitahuan kepada seluruh staf. Setiap orang yang berada di lapangan, baik fotografer, wartawan, bahkan mereka yang berlibur harus muncul di kantor pada Selasa (3/11).

Pengurangan karyawan ini merupakan yang terbesar dalam sejarah 127 tahun majalah itu berdiri. Surat kabar Washington Post melaporkan, Jumat (6/11), bahwa pemutusan hubungan kerja (PHK) melanda hampir setiap departemen organisasi nirlaba, termasuk majalah yang telah diterbitkan sejak didirikan pada 1888 dan National Geographic Channel, bagian paling menguntungkan dari perusahaan. Beberapa orang di departemen analisa data NatGeo Channel, misalnya, telah diberhentikan sejak Selasa (3/11).

Selain PHK dan aksi buyout, National Geographic Society mengatakan akan meniadakan program pensiun untuk karyawan yang berhak, menghilangkan cakupan medis untuk pensiunan di masa depan dan mengubah besaran kontribusi untuk karyawan. Sehingga semua karyawan menerima persentase kontribusi yang sama.

Banyak komentar di Twitter dan Facebook yang melihat kebijakan ini sebagai akhir dari majalah ini. "National Geographic, 1888-2015 RIP," demikian bunyi salah satu komentar di laman media sosial.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement