Selasa 03 Nov 2015 15:57 WIB

Tekanan Inflasi Diperkirakan di Akhir Tahun

Rep: Satria Kartika Yudha / Red: Nur Aini
Kepala Badan Pusat Statistik (BPS), (kiri) didampingi Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa Badan Pusat Statistik (BPS), Sasmito Hadi Wibowo (kanan) memberikan keterangan kepada wartawan terkait inflasi pada Agustus di Gedung BPS, Jakarta, Selasa (1/
Foto: Republika/Agung Supriyanto
Kepala Badan Pusat Statistik (BPS), (kiri) didampingi Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa Badan Pusat Statistik (BPS), Sasmito Hadi Wibowo (kanan) memberikan keterangan kepada wartawan terkait inflasi pada Agustus di Gedung BPS, Jakarta, Selasa (1/

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA - Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa Badan Pusat Statistik (BPS) Sasmito Hadi Wibowo memprediksi target inflasi empat persen pada tahun ini dapat tercapai, meskipun tekanan inflasi diprediksi terjadi pada Desember 2015 dari transportasi.

"Saya yakin bisa (empat persen). Asalkan tidak ada gejolak harga yang signifikan pada dua bulan tersisa ini," kata Sasmito kepada Republika.co.id, Selasa (3/11).

Sasmito optimistis inflasi bisa sesuai asumsi pemerintah karena sepanjang Januari-Oktober 2015 tingkat inflasi baru mencapai 2,16 persen. 

Sasmito mengatakan, pemerintah harus bisa menjaga harga-harga yang sangat mempengaruhi inflasi. Salah satunya adalah harga bahan bakar minyak (BBM). 

"Kalau harga BBM bisa dijaga, inflasi akan tetap stabil," ucapnya. 

Meski begitu, Sasmito menila tidak akan ada gejolak dalam harga BBM. Ini lantaran harga minyak dunia memang masih rendah. 

Selain harga BBM, pemerintah juga harus bisa menjaga tarif angkutan umum pada Desember nanti. Tarif angkutan biasanya akan melonjak pada Desember karena ada perayaan Natal dan tahun baru. 

"Tekanan terhadap inflasi mungkin yang tinggi nanti di Desember," ujarnya. 

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement