Selasa 27 Oct 2015 11:30 WIB

Lakukan Bell Ceremony, BEI Dorong Keterbukaan Pasar Modal

Rep: Risa Herdahita/ Red: Nidia Zuraya
Layar menunjukkan pergerakan saham di kantor Bursa Efek Indonesia (BEI),
Foto: Republika/ Tahta Aidilla
Layar menunjukkan pergerakan saham di kantor Bursa Efek Indonesia (BEI),

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA--Bursa Efek Indonesia (BEI) terus dorong keterbukaan pasar modal. Hal itu kini dimulai salah satunya dengan melakukan bell ceremony (pemencetan bel) sebagai tanda pembukaan pasar oleh berbagai pihak.

Hal itu ditunjukkan dengan kedatangan perusahaan jasa keuangan asal Korea Selatan, IDS Holdings dan NC Securities di BEI untuk membuka perdagangan saham hari ini, Selasa (27/10). Prosesi ini dilakukan langsung oleh Chief Executive Officer (CEO) IDS Holdings, Kim Sung Hun.

"Prinsipnya bursa sekarang lebih terbuka. Setiap hari kita mau bell ceremony ini didatangi orang dan orang akan membuka," kata Direktur Utama BEI, Titto Sulistyo di Gedung BEI, Jakarta.

Ia menjelaskan, NC Securities yang merupakan salah satu anggota bursa itu membawa investor dan sekuritasnya dari Korea. Pihak BEI dalam hal ini sebagai fasilitator yang membantu untuk menunjukkan bagaimana kinerja pasar modal Indonesia.

"Ada 20 orang Korea datang, mereka nanti akan bicara soal keaktifan bursa Indonesia dan beberapa emiten korea itu bilang kalau dimungkinkan mereka mau listing di indonesia," jelas Tito.

Dengan usaha ini ia berharap literasi masyarakat terhadap pasar modal dan keuangan kian meningkat. Ia juga ingin agar pengetahuan bursa efek sebagai salah satu sarana investasi dan menabung jangka panjang bisa lebih meluas.

"Dia berbicara jika dimungkinkan perusahaan Korea akan listing di sini, itu salah satu tujuan kunjungannya tapi belom bisa sebut nama perusahaannya," lanjut Tito lagi.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement