Ahad 11 Oct 2015 13:28 WIB

Menlu: Denmark-RI Perluas Kemitraan Bisnis

bendera denmark
Foto: en.wikipedia.org
bendera denmark

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Menteri Luar Negeri (Menlu) Denmark Kristian Jensen mengatakan bahwa sudah waktunya bagi Denmark dan Indonesia untuk memperluas kemitraan di sektor bisnis dengan mempertimbangkan potensi-potensi yang besar bagi para pengusaha kedua negara kembangkan di masa depan.

"Hubungan politik antara Denmark dan Indonesia telah terjalin lama dan kami sepakat untuk memperkuat kerja sama di sektor bisnis," kata Menlu Jensen dalam wawancara dengan wartawan Indonesia baru-baru ini.

Denmark mengundang wartawan Indonesia untuk mewawancarai Ratu Denmark Margrethe II dan suaminya Pangeran Consort, Menlu Jensen dan sejumlah pimpinan asosiasi dan pengusaha di Kopenhagen dan sekitarnya selama beberapa hari.

Kunjungan tersebut terkait dengan kunjungan kenegaraan pertama Ratu Denmark dan Pangeran Consort ke Indonesia pada 21-24 Oktober, yang disertai Menlu Jensen, Menteri Energi, Utilitas dan Iklim Lars Christian Lilleholt beserta pengusaha. "Kami telah bertemu Menteri Luar Negeri RI Retno LP Marsudi di sela-sela sidang Majelis Umum PBB di New York baru-baru ini untuk mempersiapkan kunjungan kenegaraan Ratu Denmark," kata Menlu Jensen.

Lebih jauh Menlu Denmark mengatakan dari perspektif negaranya, Indonesia masuk ke dalam jajaran kekuatan ekonomi terbesar di Asia terutama di kawasan ASEAN dipandang dari pertumbuhan ekonomi dan juga peningkatan jumlah kelas menengahnya.

Dikatakannya, alasan utama kunjungan kenegaraan Ratu Margrethe II dan Pangeran Consort yang disertai para pengusaha ialah untuk memperkuat kerja sama. "Para pengusaha yang akan datang antara lain berasal dari sektor maritim, transportasi, energi dan agribisnis," katanya.

Hubungan diplomatik Indonesia-Denmark dimulai sejak tahun 1950 namun KBRI Kopenhagen sempat ditutup pada 1965 sampai kemudian dibuka kembali pada 1974. Posisi penting kedua negara secara geoplitis saat ini dapat dijadikan peluang bagi peningkatan hubungan dalam berbagai kerangka kerja sama dan kolaborasi.

Data statistik Denmark pada Agustus 2012 memperlihatkan ekspor Denmark ke negara-negara Uni Eropa mengalami penurunan sementara ekspor ke luar UE seperti Amerika Serikat, Cina dan Indonesia mengalami peningkatan masing-masing sebesar 15,25 persen, 5,09 persen dan 54,65 persen.

Hal ini telah membuat Denmark mengubah strateginya untuk mencari pasar ekspor non-tradisional dan mempunyai potensi pasar yang tinggi termasuk Indonesia.

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement