Jumat 02 Oct 2015 15:43 WIB

Konsumen Makin Yakin Iklan dalam Format Online

Rep: Binti Sholikah/ Red: Dwi Murdaningsih
Seorang pria melintas di depan iklan Samsung.
Foto: Reuters
Seorang pria melintas di depan iklan Samsung.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Survei yang dilakukan Nielsen menunjukkan media-media online yang dimiliki oleh pemilik merek semakin masuk dalam lingkaran kepercayaan konsumen. Iklan dalam bentuk rekomendasi Word-of-Mouth dari orang yang dikenal dan dipercaya masih menjadi sumber iklan paling dipercaya oleh konsumen di Asia Tenggara.

Survei Global Nielsen mengenai Kepercayaan Terhadap Iklan mensurvei 30.000 responden online di 60 negara. Survei tersebut untuk mengukur sentimen konsumen terhadap 19 bentuk media iklan berbayar (paid), media iklan yang diperoleh secara gratis (earned) dan media iklan yang dimiliki oleh pemilik merek (owned). Hasil survei mengidentifikasi format iklan yang paling diingat oleh konsumen dan format iklan yang memiliki potensi untuk bertumbuh.

Di Asia Tenggara, 88 persen konsumen menempatkan tingkat tertinggi kepercayaan mereka pada rekomendasi Word-of-Mouth dari orang yang mereka kenal. Konsumen Filipina memimpin dengan 91 persen (naik 1 poin dari tahun 2013).

Kepercayaan pada Word-of-Mouth meningkat paling tinggi pada konsumen Vietnam yang naik 8 poin menjadi 89 persen, serupa dengan 89 persen konsumen Indonesia (naik empat poin) yang mempercayai bentuk iklan yang sama. Diikuti oleh konsumen Malaysia dengan 86 persen (naik 1 poin), konsumen Singapura dengan 83 persen (turun dua poin) dan konsumen Thailand dengan 82 persen (meningkat tiga poin).

"Rekomendasi Word-of-Mouth dari orang yang dikenal dan dipercaya adalah cara terbaik untuk mempromosikan produk kepada konsumen, khususnya ketika dikombinasikan dengan kekuatan dari iklan televisi dan digital," kata Craig Johnson, Managing Director, Marketing Effectiveness and Reach Portfolio, Nielsen Southeast Asia, North Asia and Pacific, dalam keterangan resmi, Jumat (2/10).

Survei juga menunjukkan, media online yang dimiliki oleh pemilik merek menjadi salah satu format iklan paling dipercaya di Asia Tenggara, dan situs bermerek berada di posisi kedua paling dipercaya dengan skor 77 persen. Sementara itu, 71 persen dari responden mengindikasikan bahwa merek mempercayai opini konsumen yang di-posting secara online.

Di sisi lain, televisi, majalah, dan koran masih termasuk dalam media iklan berbayar yang paling dipercaya di Asia Tenggara. Hampir delapan dari 10 konsumen di Indonesia (79 persen), Thailand (78 persen), Filipina (75 persen), Vietnam (69 persen), Singapura (64 persen), dan Malaysia (63 persen) mengindikasikan kepercayaan mereka pada iklan televisi. Semuanya berada di atas atau konsisten dengan rata-rata global (63 persen). Sebanyak 70 persen konsumen Asia Tenggara masih mempercayai iklan di majalah dan 69 persen masih mempercayai iklan di koran.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement