Kamis 17 Sep 2015 16:41 WIB

DPR Dukung Langkah Pertamina Turunkan Harga LPG 12 Kg

Rep: Sapto Andika Candra/ Red: Ichsan Emrald Alamsyah
Pekerja menata tabung elpiji ukuran 12 kilogram di salah satu agen di Jakarta, Rabu (4/3).
Foto: Republika/Yasin Habibi
Pekerja menata tabung elpiji ukuran 12 kilogram di salah satu agen di Jakarta, Rabu (4/3).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Ketua Komisi VII DPR Kardaya Warnika mendukung langkah PT Pertamina (persero) untuk menurunkan harga elpiji 12 kg pada periode September 2015 ini. Kardaya menegaskan, penurunan harga elpiji penting dilakukan mengingat kondisi ekonomi sedang tidak baik sehingga daya beli masyarakat ikut goyah.

"Ini akan mengurangi beban masyarakat. Khususnya beban masyarakat menengah kebawah, karena kan sekarang kita. Sedang mengalami krisis. Sebetulnya kita harus bisa melakukan sesuatu yang bisa mengurangi beban yang kena krisis," ujar Kardaya, Kamis (17/9).

Seperti diberitakan, PT Pertamina (Persero) melakukan penyesuaian harga Elpiji 12 kg menjadi Rp 135.300 per tabung rata-rata nasional atau turun rata-rata Rp 6.700 per tabung dari harga sebelumnya sebesar Rp 142.000 per tabung.

Direktur Pemasaran Pertamina Ahmad Bambang mengatakan penurunan ini agar masyarakat ikut merasakan fluktuasi harga minyak dunia. Besaran penurunan sendiri, lanjut Bambang, dilakukan berdasarkan data historis harga CP Aramco dan juga kurs dolar AS terhadap rupiah, serta estimasi pergerakan keduanya.

Penurunan harga, tuturnya, dilakukan terhitung mulai 16 September 2015. "Dengan penurunan harga ini diharapkan konsumen, terutama konsumen rumah tangga yang merupakan konsumen utama dari Elpiji 12 kg dapat merasakan manfaatnya," kata Ahmad Bambang, Rabu (16/9).

Bambang menambahkan, penurunan harga bervariasi antara Rp 6.400 per tabung sampai dengan Rp 17.900 per tabung. Demikian juga harga di tingkat agen di berbagai daerah juga bervariasi antara Rp 132.800 per tabung hingga Rp 157.400 per tabung, bergantung pada jarak SPPBE (Stasiun Pengisian dan Pengangkutan Bulk Elpiji) terhadap supply point-nya.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement