Jumat 21 Aug 2015 00:40 WIB

Menteri PUPR: Trans Kalimantan Harus Selesai 2018

Rep: C03/ Red: Julkifli Marbun
Wapres Jusuf Kalla (kiri) didampingi Menteri PU dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimoeljono (kanan) memberikan keterangan usai mengikuti rapat bersama jajaran pegawai Kemen-PUPR dalam rangka kunjungan kerja di Kantor Kemen-PUPR, Jakarta, Selasa (7/4).
Foto: Antara/Wahyu Putro A
Wapres Jusuf Kalla (kiri) didampingi Menteri PU dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimoeljono (kanan) memberikan keterangan usai mengikuti rapat bersama jajaran pegawai Kemen-PUPR dalam rangka kunjungan kerja di Kantor Kemen-PUPR, Jakarta, Selasa (7/4).

REPUBLIKA.CO.ID, BOGOR -- Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) terus menggenjot percepatan proyek pembanguanan jalur trans Kalimantan.  menteri PUPR, Mochamad Basoeki Hadimoeljono mengatakan untuk jalur pararel Kalimantan barat 2.117 kilometer ditargetkan bisa selesai akhir 2015 hingga jarak 700 kilometer.

"Sambil aspal bersama TNI kita buka badan jalannya. Yang pasti jalan perbatasan itu harus sudah selesai 2018," tutur Basoeki Hadimoeljono usai meresmikan proyek pembangunan rumah susun di Bogor, Kamis (20/8).

Lebih lanjut dia mengatakan dari target percepatan hingga akhir tahun, Kementerian PUPR mematok dana dari APBN Rp 2,7 triliun sedang untuk pengembangan kawasan Rp 700 miliar. Sementara ia berharap pada 2016 bisa menambah jarak hingga 300 kilometer.

Untuk diketahui rencananya trans Kalimantan di antaranya trans Kalimantan Selatan 1.204 kilometer, Kalimantan Tengah 2.002 kilometer, Kalimantan Timur 1.710 kilometer, Kalimantan Utara 585 dan Kalimantan Barat 2.117.

"2016 kita prioritaskan untuk Kalimantan, kita tetap buka yang di perbatasan itu baik yang sejajar dua jalur maupun yang empat jalur menuju pintu perbatasan," tuturnya.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement