Jumat 07 Aug 2015 16:24 WIB

Menko Maritim: Industri Galangan Kapal Bebas PPn Segera Terwujud

Rep: Mursalin Yasland/ Red: Ichsan Emrald Alamsyah
Pengembangan Industri Galangan Kapal-Sejumlah kapal menunggu proses bongkar muat di Kawasan Pelabuhan Sunda Kelapa, Jakarta, Selasa (30/6).
Foto: Antara/Wahyu Putro A
Pengembangan Industri Galangan Kapal-Sejumlah kapal menunggu proses bongkar muat di Kawasan Pelabuhan Sunda Kelapa, Jakarta, Selasa (30/6).

REPUBLIKA.CO.ID, BANDAR LAMPUNG -- Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman (Menko Maritim), Indroyono Soesilo, mengatakan keinginan agar tidak dipungut pajak pertambahan nilai (PPn) dan bebas bea masuk bagi para industri galangan kapal yang berada di seluruh Indonesia, segera terwujud dalam waktu dekat.

"Sebentar lagi, industri galangan kapal tidak dipungut PPn dan bea masuk nol," kata Menko Maritim, Indroyono Soesilo, seusai meninjau industri galangan kapal PT Daya Radar Utama di Panjang, Bandar Lampung, Jumat (7/8).

Ia mengatakan semua industri galangan kapal di Indonesia, nantinya akan sama yang dilakukan industri galangan kapal di Batam, Kepulauan Riau. Saat ini, galangan kapal di Batam bebas PPn dan bea masuk. "Semua akan mencontoh di Batam," ujarnya.

Menurut dia, untuk melaksanakan itu bagi industri galangan kapal di luar Batam, masih menunggu peraturan pemerintah (PP), yang mengamanatkan PPn-nya tidak dipungut sedangkan bea masuknya akan ditanggung pemerintah.

Ia mengatakan saat ini di Indonesia sudah terdapat industri galangan kapal sebanyak 240 unit, sebanya 110 unit industri berada di Batam. Ke depan, ia mengungkapkan akan menambah lagi jumlah industri galangan kapal yang tersebar di Tanah Air, seiring dengan program pemerintah di bidang kemaritiman, yang terdiri banyak pulau.

Menurut dia, industri galangan kapal yang paling maju untuk saat ini masih terdapat di Batam, dengan total 110 unit. "Ada yang mengatakan datanya 110 unit industri, ada yang 105 di Batam," jelasnya.

Selain itu, Menko Maritim mengatakan saat ini Indonesia sedang membangun kompetisi di sektor maritim, dengan mencanangkan terget produksi kapal berkapasitas 200 ribu dead weigth tonnasse (DWT). Saat ini, pihaknya masih merealisasikan target industri perkapalan yang mampu membangun 50 ribu DWT.

Gencarnya pembangunan industri galangan kapal di Indonesia, menurut dia, seiring dengan Presiden Joko Widodo mencanangkan tol laut untuk bisa menyambung antarpulau di wilayah Indonesia. Untuk mewujudkan ini pihaknya mendorong tumbuhnya ndustri galangan kapal di nusantara.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement