Selasa 04 Aug 2015 19:08 WIB

Pemerintah Gagas Pembangunan Jembatan Terpanjang se-Indonesia

Rep: Sonia Fitri/ Red: Ichsan Emrald Alamsyah
Pekerja sedang menyelesaikan proyek infrastruktur
Foto: Republika/ Tahta Aidilla
Pekerja sedang menyelesaikan proyek infrastruktur

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pemerintah melalui Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kemenpupera) menggagas rencana pembangunan jembatan terpanjang se-Indonesia. Jembatan tersebut diagendakan sepanjang 5.880 meter.

Fungsinya sebagai penghubung Pulau Kalimantan dengan Pulau Laut di Kabupaten Kota Baru Kalimantan Selatan. Dalam rencana awal, Kementerian bekerja sama dengan Pemerintah Daerah Kalimantan Selatan (Kalsel), DPRD Kalsel serta Ketua Bappeda Kabupaten Kota Baru dan Kabupaten Tanah Bumbu.

"Jembatan penghubung ini akan diletakkan dalam kerangka pengembangan kawasan strategis, khususnya pengembangan Kawasan Industri Batu Licin dan Kawasan Industri Jorong di Kalimantan Selatan," kata Menteri Pupera Basuki Hadimuljono pada Selasa (4/8). Ia juga akan sekaligus menjadi prasarana pengembangan potensi ekonomi lokal masyarakat di bagian selatan Pulau Kalimantan.

Dalam perspektif pembangunan Kalimantan Selatan, lanjut dia, khususnya dalam agenda pembangunan jembatan penghubung Pulau Kalimantan-Pulau Laut dikedepankan dua aspek penting. Pertama yakni kerangka pengembangan kawasan di bagian selatan Pulau Kalimantan, terutama di kawasan Batulicin dan kawasan Kota Baru, serta kawasan lainnya di daratan selatan Kalimantan.

Infrastruktur jembatan diprediksi dapat menggerakan ekonomi wilayah di selatan Kalimantan, namun juga dalam konteks Kotabaru sebagai hubungan transportasi di Indonesia bagian Tengah dan Timur ke arah Sulawesi dan kepulauan Timur.

Aspek kedua yakni meninjau kelayakan jembatan berjenis panjang akan ditentukan oleh Komisi Keselamatan Jembatan Panjang dan Terowongan. Komisi tersebut akan berada di bawah tanggung jawab langsung Menteri Basuki. "Komisi ini akan menilai kelayakan desain jembatan di awal perencanaan, dan di akhir pembangunan, akan dikeluarkan sertifikasi  penggunaan jembatan oleh Kemenpupera," ujarnya.

Dalam kerangka pengembangan wilayah Pulau Kalimantan, Kemenpupera memberi perhatian untuk peningkatan konektivitas antara pusat-pusat pertumbuhan ekonomi dengan kawasan-kawasan penyangga sekitar di Pulau Kalimantan.

Gubernur Kalsel Rudi Arifin menambahkan, rencana pembangunan jembatan terpanjang se-Indonesia tersebut telah masuk dalam rancangan Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan. Dalam persiapan awal, Pemda telah menganalisis aspek pengembangan kewilayahan, aspek aspirasi lokal daerah, aspek sistem jaringan, dan aspek teknis pembiayaan.

Dari keempat aspek tersebut, terdapat tiga alternatif lokasi jembatan. Alternatif 1 yakni Tarjun sepanjang sekitar 6.200 meter, alternatif 2 di Pulau Suwangi sekitar 8.320 meter dan alternatif Tanjung Serdang sepanjang sekitar 5.880 meter. "Jenis jembatannya cable stayed bridge dan external prestressed box girder and pile slab dengan estimasi biaya Rp 3,6 Triliun," ujarnya.

Skema pembiayaan pembangunan jembatan akan diatur dengan cara cost sharing antara Pemerintah Pusat, Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan, Pemerintah Kabupaten Kota Baru dan Pemerintah Kabupaten Tanah Bumbu.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement