Selasa 02 Jun 2015 21:03 WIB

Pelindo III Matangkan Pembangunan Marina di Banyuwangi

PT Pelindo III Tanjung Perak
PT Pelindo III Tanjung Perak

REPUBLIKA.CO.ID, DENPASAR - PT Pelindo III (Persero) mengarahkan pengembangan pelabuhan marina (dermaga kapal pesiar) di Banyuwangi, Jawa Timur. Kabupaten di ujung timur pulau Jawa itu dinilai siap mengembangkan dermaga kapal pesiar. Marina akan dibangun di Pantai Boom, Banyuwangi.

Hal itu diungkapkan Direktur Utama Pelindo III (Persero) Djarwo Surjanto saat pertemuan dengan Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas di sela-sela seminar "Prospek Pengembangan Potensi Marina di Indonesia" yang digelar di Denpasar akhir pekan lalu.

Djarwo menyatakan, dukungan penuh dari Pemkab Banyuwangi membuat Pelindo III optimistis bisa segera mewujudkan pengembangan pelabuhan kapal pesiar. Pembangunan marina itu menjadi salah satu upaya Pelindo III untuk mengembangkan bisnis di luar layanan pelabuhan komersial bongkar-muat barang.

Pengembangan marina akan dilakukan melalui anak usaha Pelindo III, yaitu PT Pelindo Properti. Tim PT Pelindo Properti dan Pemkab Banyuwangi sendiri sebelumnya sudah melakukan sejumlah pertemuan untuk membahas teknis pembangunan marina yang studi kelayakannya akan segera rampung.

Chair Wonderful Indonesia Fremantle Race & Rally, Bob Kucera, mengatakan, Banyuwangi sangat berpotensi dalam pengembangan marina. Kekhasan alam dan budayanya akan menjadi daya tarik wisatawan bahari selama bersandar. "Banyuwangi punya keunikan alam sendiri, ini sangat berpotensi. Apalagi bupatinya sangat mendukung pengembangan marina, ini yang paling penting," ujar Bob.

 Tim Pelindo III dan Fremantle Sailing Club (FSC) sudah mengunjungi Banyuwangi dan melihat potensi wisata yang ada.  Sementara itu, Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas menyambut positif langkah PT Pelindo III mengembangkan kawasan bahari di Pantai Boom, Banyuwangi. "Izin kami percepat. Apa yang dibutuhkan Pelindo III untuk percepatan marina ini akan kami support. Pokoknya kami total agar ada akselerasi perkembangan wisata Banyuwangi," kata Anas.

 Data dari Kementerian Pariwisata menyebutkan, dari sekitar 9 juta wisatawan mancanegara (wisman) yang berkunjung ke Indonesia pada tahun 2014, 1 jutanya merupakan wisman bahari. Devisa dari wisata bahari menyumbang 35 persen dari total devisa yang dihasilkan sektor pariwisata yang sebesar US$ 10 miliar

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement