Sabtu 23 May 2015 19:15 WIB

Menteri Perindustrian Tantang RAPP Capai Ekspor Rp 40 Triliun

Rep: c85/ Red: Satya Festiani
Riau Andalan Pulp and Paper (RAPP) industry in Pelalawan, Riau. (photo file)
Foto: skyscrapercity.com
Riau Andalan Pulp and Paper (RAPP) industry in Pelalawan, Riau. (photo file)

REPUBLIKA.CO.ID, PELALAWAN -- Menteri Perindustrian Saleh Husin mendorong perusahaan berbasis agro meningkatkan kinerja ekspor seiring pemberian insentif fiskal. Saleh mengatakan, hal itu penting karena bakal menggerakkan aktivitas ekonomi dan membantu menyeimbangkan neraca perdagangan.

Dorongan ini disampaikan Saleh dalam kesempatannya meresmikan peletakan batu pertama proyek pabrik kertas atau Paper Machine 3 milik PT Riau Andalan Pulp & Paper (RAPP) di Pangkalan Kerinci, Pelalawan, Riau, Jumat (22/5).

Khusus untuk RAPP, Saleh Husin mendorong produsen kertas ini mendongkrak nilai ekspor hingga menembus Rp 40 triliun. Menperin mengungkapkan, sejauh ini ekspor RAPP mencapai sekitar Rp 25 triliun.

"Dengan ekspansi berupa pembangunan PM 3, mereka memperkirakan bisa menaikkan ekspor menjadi sekitar Rp 30-35 triliun. Tapi saya tantang agar lebih tinggi lagi menjadi Rp 40 triliun!" seru Saleh Husin.

Menurut Menperin, desakan itu bukan sekadar permintaan tanpa memberi fasilitas bagi perusahaan tersebut. Karena, Kemenperin juga membuka peluang memberi fasilitas fiskal berupa tax holiday kepada RAPP.

"Saya yakin, dengan kombinasi kematangan perusahaan, teknologi tinggi, dan kemampuan manajemen yang dikelola orang-orang muda, target ekspor Rp 40 triliun dapat tercapai," ujarnya.

Saleh juga menilai meningkatnya nilai ekspor bakal membantu neraca perdagangan nasional, memperluas lapangan kerja dan penciptaan nilai tambah yang lebih baik.

Selain itu, produktivitas yang dipacu dapat meningkatkan aktivitas ekonomi di daerah lokasi RAPP di Pelalawan, dan Riau.

Pada saat ini, kapasitas terpasang industri pulp dan kertas nasional masing – masing sebesar 7,93 juta ton/tahun pulp dan 12,98 juta ton/tahun kertas dengan realisasi produksi 6,4 juta ton/tahun pulp dan 10,4 ton/tahun kertas.

Capaian itu membuat Indonesia menjadi produsen pulp dan kertas terkemuka di dunia dimana industri pulp menempati peringkat 9 dan industri kertas peringkat 6, sementara di Asia menempati peringkat ke 3 untuk industri pulp maupun kertas.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), kinerja ekspor pulp dan kertas masing – masing sebesar 3,50 juta ton pulp dengan nilai sebesar 1,72 miliar dolar AS dan 4,35 juta ton kertas dengan nilai sebesar 3,75 miliar dolar AS.

Sedangkan impor pulp dan kertas masing – masing sebesar 1,62 juta ton pulp dengan nilai sebesar 1,27 miliar dolar AS dan 0,72 juta ton kertas dengan nilai sebesar 1,36 miliar dolar AS.

Board of Trustee Tanoto Foundation Anderson Tanoto mengatakan, investasi pembangunan PM 3 mencapai Rp 4 triliun rupiah. Pihaknya menargetkan, fasilitas produksi ini rampung pada September.

Hingga kini, kapasitas produksi RAPP sebanyak 2,8 juta ton pulp dan 820 ribu ton kertas. Kecepatan produksi menembus 1,4 km per jam.

"Pabrik terbaru ini akan menambah kapasitas sebesar 250 ribu ton/tahun berupa high grade digital paper," terang Presiden Direktur RAPP, Tony Wenas pada kesempatan yang sama.

Perusahaan memaparkan, penambahan pabrik ini menjadi wujud komitmen mendukung hilirisasi industri berorientasi ekspor yang meningkatkan nilai tambah di Riau maupun Indonesia.

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement