Selasa 07 Apr 2015 11:55 WIB

Perusahaan Cina akan Bangun PLTA di Aceh

PLTA (ilustrasi)
Foto: Antara
PLTA (ilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID, MEULABOH -- Perusahaan Cina berminat membangun pembangkit listrik tenaga air dengan investasi Rp 2,6 triliun di Kabupaten Aceh Barat Daya, Provinsi Aceh. Bupati Aceh Barat Daya Jufri Hasanuddin di Blangpidie mengatakan pihak Cina yang diwakili Jiang Suohong sebagai Senior Engginer bidang Power Hidro Energi yang dampingi Poerwo dari LIPI dan anggota DPD RI Rafli Kande telah ke sini untuk membahas rencana pembangunan PLTA tersebut.

Ia mengatakan pembangunan PLTA di Krueng Bate dengan kapasitas 150 MW itu akan dilaksanakan pembangunannya oleh PT Rich Land Power Investment Indonesia dengan menggunakan teknologi ramah lingkungan.

"Selain untuk membuat pembangkit energi, pembangunan PLTA Krueng Bate juga dapat difungsikan untuk alokasi air minum ke masyarakat, irigasi, wisata dan cadangan air untuk dusun kering di sekitarnya," kata Jufri, Selasa (7/4).

Ia menambahkan pembanguna PLTA ini menggunakan metode terowongan bawah tanah (underground), sehingga tidak mengganggu hutan lindung, tanah masyarakat, serta tidak mengganggu keberlangsungan ekosistem lainnya seperti binatang , serta akan menyuburkan tanah di sekitarnya. Menurut dia, prospek pembangunan PLTA di wilayah Indonesia bagian Sumatra khususnya Aceh sangat diminati investor dari Tiongkok dan rencana pembangunan PLTA Krueng Bate masih tergolong sederhana dan mudah pembangunannya.

Anggota DPD RI Rafli Kande mengatakan akan membantu melakukan koordinasi dengan Menteri Kehutanan dan Lingkungan Hidup untuk mendukung sepenuhnya proram ini. Menurut Rafli,potensi energi tenaga hidro di Aceh sangat besar, untuk wilayah pantai barat sendiri memilik sumber energi hidro sekitar 2.500 MW, sedangkan kebutuhan listrik di seluruh Aceh hanya 450 MW pada beban puncak.

"Jika kita lihat rencana pembangunan PLTA ini dari prospek energi yang dihasilkan cukup siginifikan dan penerapan teknologi ramah lingkungan, kementerian harus merespon ini dengan baik dan mendorong untuk membangun energi terbarukan di Aceh," kata Rafli.

 

sumber : antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement