Selasa 24 Mar 2015 01:02 WIB

Merugi, Volkswagen di Rusia akan Pecat Ratusan Karyawan

Rep: Rizky Jaramaya/ Red: Karta Raharja Ucu
Volkswagen
Volkswagen

REPUBLIKA.CO.ID, MOSKOW -- Volkswagen akan mengurangi shift kerja dan memberhentikan 150 pekerja di Rusia. Pangsa pasar yang mengalami penurunan menjadi penyebab utamanya.

Dilansir Reuters, Senin (23/3), penjualan mobil di Rusia menurun tajam pada tahun lalu karena perekonomian negara tersebut sedang terpukul. Penurunan harga minyak dan sanksi atas Ukraina juga berpengaruh terhadap penjualan sektor otomotif.

Di awal 2015, pasar mobil di Negeri Tirai Besi itu merasakan dampak dari pelemahan ekonomi dan tingkat suku bunga yang tinggi. Pabrik mobil asal Jerman yang terletak di Kaluga, selatan Ibu Kota Moskow tersebut akan memperpendek jam kerja karyawan menjadi empat hari dalam satu pekan. Pengurangan jam kerja ini akan dimulai pada April 2015.

Volkswagen menawarkan para karyawan yang kontraknya hampir habis untuk pindah ke bagian suku cadang dan gudang di regional Moskow. Selain itu, Volkswagen telah menyiapkan paket kompensasi bagi karyawan yang mengundurkan diri sesuai dengan kesepakatan bersama.

Penjualan Volkswagen di Rusia pada Januari sampai Februari 2015 turun sebesar 40 persen. Tak hanya itu, pabrik mobil lain seperti General Motors dan Nissan Motor juga telah menghentikan produksi di Rusia.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement