Rabu 14 Jan 2015 18:43 WIB

Turunnya Harga Minyak Jadi Momentum Energi Terbarukan

Rep: C87/ Red: Ichsan Emrald Alamsyah
Energi Terbarukan - Lampung
Energi Terbarukan - Lampung

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Anggota Dewan Energi Nasional, Sonny Keraf, mengatakan turunnya harga minyak dunia (crude oil) menjadi momen melihat kembali subsidi energi. Saat ini pemerintah telah melepas harga BBM dan memberlakukan subsidi tetap.

Menurutnya, seharusnya alokasi subsidi energi itu digeser untuk membiayai energi baru dan terbarukan. "Energi baru terbarukan saat ini belum bisa dikembagkan karena subsidinya tersedot energi fosil, khususnya bahan bakar nabati yang jauh lebih mahal," jelas Sonny.

Dia menilai turunnya harga crude oil menjadi momentum untuk mengarahkan perhatian kepada energi baru dan terbarukan. Dia menyayangkan selama ini energi fosil selalu disubsidi, namun energi baru terbarukan tidak.

"Kita subsidilah bahan bakar nabati yang ramah lingkungan, kenapa malah bayar subsidi kepada pedagang-pedagang di luar. Kita subsidi petani-petani di dalam negeri," ujarnya.

Sementara itu, pengamat energi, Marwan Batubara, mengatakan pemerintah harus mengalokasikan minimal 20 persen dari pengalihan subsidi BBM ke sektor energi terbarukan. Diharapkan, pemerintah punya alternatif dan lambat laun bisa mengurangi impor BBM.

"Impor BBM kita selalu defisit neraca perdagangan dan itu salah satu penyebab turunnya nilai tukar," jelasnya saat dihubungi Republika, Rabu (14/1).

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement