Selasa 16 Dec 2014 23:44 WIB

BI terus Intervensi Dolar di Pasar Valuta

Rep: C81/ Red: Ichsan Emrald Alamsyah
Petugas menghitung mata uang Dolar AS di jasa penukaran mata uang, Jakarta,Kamis (18/9). (Prayogi/Republika)
Foto: Prayogi/Republika
Petugas menghitung mata uang Dolar AS di jasa penukaran mata uang, Jakarta,Kamis (18/9). (Prayogi/Republika)

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA - Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) Ferry Wargiyo mengatakan akan melakukan stabilitas nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika. Menurutnya, BI akan terus melakukan intervensi terhadap dolar AS di pasar Valuta Asing (Valas).

“BI terus melakukan langkah stabiliasi nilai tukar upiah, agar dampak dari penguatan dolar terhadap rupiah tetap dalam ranah yang terkendali. Itu yang terus yang akan kita lakukan,” kata Ferry usai melakukan kordinasi dengan Kemenko Perekonomian, Selasa (16/12).

Menurut Ferry, demi terus menstabilkan nilai tukar rupiah, BIi terus berada dipasar untuk memantau dan melakukan intervensi mata uang asing di pasar valas. “Itu bagian tugas dari Bank Indonesia untuk melakukan stabilisasi,” katanya.

Langkah tersebut, diakui Ferry mampu menekan pergerakan dollar terhadap rupiah. “Selain melakukan intervensi di pasar valuta, kita juga melakukan pembelian SBN dari pasar sekunder, dan ini juga bagian langkah melakukan stabliasi di pasar keuangan, khususnya pasar SBN.” Katanya.

Dengan langkah-langkahyang dilakukan BI tersebut, Ferry menilai bahwa dampaknya menjadikan nilai tukar rupiah hingga saat ini semakin baik. Saat ini, nilai tukar rupiah terhadap dollar amerika memasuki kisaran Rp12.700.

“Terakhir sebesar Rp.12700, mulai stabil disitu. Itu langkah yang kita lakukan yang terus kordinasi pemerintah. Apa yang kita lakukan, kita harus memantau, akan terus ada di pasar melakukan stabilisasi, dan juga melakukan pembelian SBN. Selain itu, kita juga melakukan intensitas untuk pengelolaan liquiditas di pasar rupiah,” jelasnya.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement