Selasa 04 Nov 2014 23:11 WIB

ASEI Bertransformasi Menjadi Reasuransi BUMN

Rep: Rusdy Nurdiansyah/ Red: Ichsan Emrald Alamsyah
Petugas melayani nasabah di kantor cabang utama ASEI di Jakarta.
Foto: Republika/Wihdan Hidayat
Petugas melayani nasabah di kantor cabang utama ASEI di Jakarta.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA-PT Asuransi Ekspor Indonensia (Persero) yang dikenal dengan nama ASEI bertransformasi menjadi perusahaan reasuransi, PT Asei Reasuransi Indonesia (Persero). Transformasi ini ats dukungan pemerintah selaku pemegang saham menjadi lead konsolidasi dan restrukturisasi perusahaan re-asuransi BUMN.

''Keputusan ini ditetapkan Menteri BUMN, selaku kuasa pemegang saham pemerintah, untuk membangun industri reasuransi Indonesia yang besar, kokoh, kuat, dan professional,'' ujar PT AseiReasuransi Indonesia (Persero), Corporate Secretary, Tranggana Nadir di Jakarta, Selasa (4/11).

Dengan konsolidasi dan restrukturisasi tersebut diharapkan perusahaan reasuransi nasional mampu bersaing menghadapi Masyarakat Ekonomi Asean berlaku mulai tahun 2015.Konsolidasi dan restrukturisasi perusahaan reasuransi ini untuk melayani kebutuhan reasuransi nasional dan menahan capital flight.

Meski berubah menjadi perusahaan reasuransi, Asei Re tidak meninggalkan bisnis asuransi kerugiannya. ''Semua premi dan pertanggungan Aseise serta produk dan jasa asuransi kerugian selama ini tetap berjalan sebagaimana mestinya dan kewajiban kepada pemegang polis/nasabah tetap berjalan,'' terang Tranggana.

Menurut Tranggana, hak dan kewajiban nasabah tidak ada yang berubah serta tidak ada yang dirugikan dengan perubahan tersebut. Pada bulan Oktober 2014, restrukturisasi Asei Re berlanjut dengan melakukan pemisahan usaha direct, sektor asuransi kerugian dengan reasuransi.

PT AseiReasuransi Indonesia (Persero) atau AseiRe melakukan spin off seluruh bisnis (asuransi kerugian dan jasa lainnya) ke anak perusahaan yang didirikan dan bergerak di bidang asuransi kerugian.

Spin off telah mendapatkan persetujuan prinsip dari Menteri BUMN Dahlan Iskan melalu suratnya ke PT Asei Re pada tanggal 3 Oktober 2014. Bersamaan dengan itu pula, Meneg BUMN menyetujui perubahan nama PT Asei Re menjadi PT AseiReasurasi Indonesia (Persero).

Anak perusahaan hasil spin off itu diberi nama PT Asuransi Asei Indonesia dan didirikan dengan modal dasarRp 800 miliar dan modal disetorRp 550 miliar. Adapun pemegangs ahamnya adalah PT AseiRe (Persero) dengan komposisi 99,998 persen dan sisanya 0,002 persen dimiliki oleh Koperasi Pegawai PT AseiRe.

Setoran modal dilakukan Asei Re dalam dua tahap. Setoral modal pertama, sebesarRp 99,99 miliar akan disetor tunai saat pendirian anak perusahaan. Sedangkan setoran tahap kedua sebesarRp 450 miliar akan dilakukan pada saat pengalihan seluruh portofolio induk usaha (piutang usaha, fixed asset, hutang dan sebagian portofolio investasi) kepada anak perusahaan sesuai neraca pembukaan anak perusahaan yang telah diaudit oleh KAP.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement