Selasa 21 Oct 2014 16:05 WIB

Duh...Ekspor CPO ke India dan Tiongkok Terus Menurun

Rep: Ita Nina Winarsih/ Red: Ichsan Emerald Alamsyah
Pekerja melakukan bongkar muat minyak kelapa sawit mentah atau Crude Palm Oil (CPO) di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, Jumat (19/9).(Republika/Prayogi)
Foto: Prayogi/Republika
Pekerja melakukan bongkar muat minyak kelapa sawit mentah atau Crude Palm Oil (CPO) di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, Jumat (19/9).(Republika/Prayogi)

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Harga minyak nabati dunia terus melemah. Kondisi ini, berdampak pada lesunya ekspor crude palm oi (CPO) Indonesia ke sejumlah negara.

Ekspor CPO dan produk turunannya pada akhir September kemarin, hanya mampu menembus 1,695 juta ton. Atau mengalami penurunan 1,6 persen dibanding ekspor Agustus 2014 kemarin. Direktur Eksekutif Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI), Fadhil Hasan, mengatakan, sampai saat ini harga minyak nabati belum ada perkembangan signifikan.

Bahkan, akibat harga CPO pasar global yang lemah, tak mampu menstimulasi pasar ekspor tanah air."Ekspor CPO kita ke India dan Tiongkok terus tertekan," ujar Fadhil, pada siaran pers yang diterima ROL, Selasa (21/10).

Secara year on year (YoY), lanjut Fadhil, kinerja ekspor CPO dari Januari sampai September, tercatat turun sekitar 1,75 persen dibanding tahun lalu dengan periode yang sama yaitu 15,3 juta ton. Sedangkan, ekspor tahun ini sampai September kemarin hanya 15 juta ton.

Penurunan kinerja ekspor ini, dikarenakan daya beli negara tujuan ekspor melemah. Negara tujuan tersebut, di antaranya India dan Tiongkok.

September kemarin, volume ekspor minyak sawit Indonesia ke India tercatat turun menjadi 185 ribu ton atau turun 38 persen dibanding bulan lalu. Padahal, pada Agustus lalu Indonesia mampu mengekspor CPO ke India sebesar 490 ribu ton.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement