Ahad 27 Jul 2014 13:24 WIB

PLN Bukukan Laba RP 12,35 Triliun

Petugas mengecek kelistrikan di Gardu Induk PLN, Cawang, Jakarta, Selasa (29/4).
Foto: Republika/Adhi Wicaksono
Petugas mengecek kelistrikan di Gardu Induk PLN, Cawang, Jakarta, Selasa (29/4).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- PT PLN (Persero) mencatat laba untuk periode enam bulan yang berakhir 30 Juni 2014 sebesar Rp 12,35 triliun. Dalam pengumumannya di media massa yang dikutip di Jakarta, Sabtu (26/7), laba tersebut meningkat 159 persen dibandingkan periode sama 2013 yang tercatat Rp 4,77 triliun.

Sepanjang semester pertama 2014, PLN memperoleh pendapatan usaha Rp 145,12 triliun yang berasal dari penjualan listrik Rp 85,74 triliun, subsidi Rp 57,73 triliun, penyambungan pelanggan Rp 890 miliar, dan lainnya Rp 764 miliar.

Sementara beban usaha tercatat Rp 118,48 triliun yang terdiri atas biaya bahan bakar dan pelumas Rp 83,97 triliun, pembelian tenaga listrik Rp 1,73 triliun, sewa Rp 3,88 triliun, pemeliharaan Rp 8,26 triliun, kepegawaian Rp 6,32 triliun, penyusutan Rp 11,51 triliun, dan lainnya Rp 2,81 triliun.

Dengan demikian, diperoleh laba sebelum pos keuangan dan lainnya Rp 26,63 triliun.

Pada semester pertama 2014, PLN mencatat pos keuangan dan lainnya minus Rp 11,55 triliun yang terdiri atas penghasilan bunga Rp 241 miliar, kerugian kurs mata uang asing bersih Rp 4,44 triliun, beban keuangan Rp 17,57 triliun, dan penghasilan lain-lain bersih Rp 1,35 triliun.

Setelah dikurangi pos keuangan dan lainnya sebesar Rp 11,55 triliun tersebut, maka diperoleh laba sebelum pajak Rp 15,09 triliun. Selanjutnya, PLN mencatat beban pajak sebesar Rp 2,74 triliun, sehingga laba tahun berjalan dan jumlah laba rugi komperensif menjadi Rp 12,35 triliun.

Sedangkan, pada periode sama 2013, PLN memperoleh pendapatan usaha sebesar Rp 116,73 triliun yang berasal dari penjualan listrik Rp 71,6 triliun, subsidi Rp 43,81 triliun, penyambungan pelanggan Rp 782 miliar, dan lainnya Rp 545 miliar.

Sementara beban usaha tercatat Rp 98,34 triliun yang terdiri dari biaya bahan bakar dan pelumas Rp 66,09 triliun, pembelian tenaga listrik Rp 1,13 triliun, sewa Rp 3,65 triliun, pemeliharaan Rp 8,49 triliun, kepegawaian Rp 6,36 triliun, penyusutan Rp 10,23 triliun, dan lainnya Rp 2,39 triliun.

Dengan demikian, diperoleh laba sebelum pos keuangan dan lainnya Rp 18,4 triliun. Sepanjang semester pertama 2013, PLN mencatat pos keuangan dan lainnya minus Rp 12,84 triliun yang terdiri atas penghasilan bunga Rp 263 miliar, kerugian kurs mata uang asing bersih Rp 909 miliar, beban keuangan Rp 13,74 triliun, dan penghasilan lain-lain bersih minus Rp 269 miliar.

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement