Ahad 08 Jun 2014 12:40 WIB

2015, Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Diprediksi Meningkat

Rep: cr02/ Red: Maman Sudiaman
Ekonom SCB, Eric Sugandi
Foto: Wisnu Aji Prasetiyo/Republika
Ekonom SCB, Eric Sugandi

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG -- Standard Chartered Bank (SCB) memprediksi pertumbuhan ekonomi Indonesia di tahun 2015 akan meningkat meningkat menjadi 5,8 persen dibandingkan 2014.

Ekonom SCB, Eric Sugandi mengatakan hal tersebut dikarenakan neraca defisit akan mengecil. Kegiatan ekspor barang keluar negara pun akan meningkat serta stabilitis politik yang diperkirakan akan berjalan dengan baik.

Menurut Eric, faktor politik di Indonesia menjadi salah satu yang akan menentukan perekonomian di Indonesia. Hal itu melihat dari sentimen pasar terhadap calon pemimpin baru Indonesia mendatang. "Kami yakin pertumbuhan ekonomi Indonesia 2015 meningkat dibandingkan 2014 (semester pertama) 5,5 persen," kata Eric Sugandi di Bandung, baru-baru ini .

Eric menjelaskan, tantangan di semester pertama 2014, yaitu pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDB) riil sebesar 5,5 persen.  Apabila pemerintah tidak menaikkan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidim maka tingkat inflasi (akhir tahun 2014) sebesar lima persen.

"Namun apabila harga BBM bersubsidi naik, maka inflasi bisa mencapai 8 persen," katanya.

Eric mengingatkan, setiap kenaikan harga BBM bersubidi maka pasti ada ongkos politik yang dikeluarkan oleh pemerintah. Selain itu, kenaikkan harga BBM akan meningkatkan BI rate. Eric mengatakan BI "rate" di perkirakan hingga akhir tahun 2014 sebesar 7,5 persen. Lalu, nilai tukar rupiah terhadap dolar AS hingga akhir tahun adalah Rp 11.600 per dolar.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement