Jumat 21 Mar 2014 14:11 WIB

Pelindo III Setor Rp 1,12 Triliun ke Negara

Rep: Rr Laeny Sulistyawati/ Red: Joko Sadewo
PT Pelindo III Tanjung Perak
PT Pelindo III Tanjung Perak

REPUBLIKA.CO.ID, SURABAYA -- Badan Usaha Milik Negara (BUMN) PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) III (Persero) mengaku telah menyetor uang ke negara senilai Rp1,12 triliun.

Direktur Utama PT Pelindo III (Persero) Djarwo Surjanto mengatakan, setoran itu berupa pajak sebesar Rp 694 miliar. “Kemudian kontribusi jasa pemanduan dan penundaan Rp 6 miliar serta deviden sebesar Rp 420 miliar,” katanya, Jumat (21/3).

Menurutnya, kontribusi perseroan kepada negara tahun ini lebih besar dari tahun sebelumnya. Pada tahun 2012 lalu, PT Pelindo III menyetor sekitar Rp 937 miliar kepada negara.

Meningkatnya setoran itu menjadi indikator bahwa kontribusi PT Pelindo III (Persero) kepada negara secara keseluruhan naik 19,5 persen. “Itu tak lepas dari meningkatnya pendapatan dan laba Pelindo III di tahun 2013 kemarin,” ujarnya.

Lebih lanjut ia mengatakan, perseroan mengalami pertumbuhan keuangan yang cukup signifikan. Ia merinci pendapatan perusahaan di tahun 2013 sebesar Rp 5,12 triliun dengan laba bersih sekitar Rp1,2 triliun.

Djarwo membandingkan kondisi tersebut dengan tahun sebelumnya. Tahun 2012 lalu, pendapatan PT Pelindo III tercatat sebesar Rp 4,42 triliun dengan laba bersih sekitar Rp 950 miliar. “Meningkatnya pendapatan dan laba Pelindo III tak lepas dari peningkatan arus kapal dan barang di pelabuhan-pelabuhan yang kami kelola,” ujarnya.

Arus kapal di seluruh pelabuhan yang dihimpun perusahaan menyatakan bahwa arus kapal meningkat dari 74.915 unit di tahun 2012 menjadi 78.189 unit di tahun 2013. Peningkatan arus kapal juga didukung dengan ukuran-ukuran kapal yang semakin besar. Jika sebelumnya tercatat 262.790 GT, di tahun 2013 tercatat 298.607 GT.

Demikian halnya dengan arus barang. Djarwo mencontohkan kenaikan arus barang yang cukup terlihat terjadi pada arus peti kemas. Tahun 2012 lalu, jumlah petikemas yang melalui Pelabuhan Pelindo III sebanyak 3,9 juta TEU’s. Sedangkan di tahun 2013 kemarin, jumlah itu meningkat menjadi 4,1 juta TEU’s.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement