Selasa 03 Mar 2026 07:45 WIB

Emas Perhiasan Inflasi 30 Bulan Berturut-turut

Harga emas dunia tembus 5.019 dolar AS per troy ounce.

Rep: Dian Fath Risalah/ Red: Friska Yolandha
Warga melakukan transaksi jual beli emas, baik logam mulia maupun emas perhiasan di Galeri 24 Salemba, Jakarta, Jumat (31/10/2025). Meskipun dalam beberapa waktu terakhir logam mulia mengalami tren pelemahan, harga emas yang terus berfluktuasi tidak menyurutkan minat masyarakat untuk membeli. Dalam tiga minggu terakhir, aktivitas pembelian emas di Galeri 24 Salemba mengalami peningkatan. Antusiasme masyarakat ini tidak lepas dari tren kenaikan harga emas yang diyakini akan terus berlanjut. Karena permintaan yang sangat tinggi dan untuk memastikan seluruh masyarakat dapat terlayani, pembelian logam mulia dibatasi maksimal dua keping. Per 31 Oktober 2025, harga jual logam mulia Galeri 24 tercatat sebesar Rp2.407.000 per gram.
Foto: Republika/Prayogi
Warga melakukan transaksi jual beli emas, baik logam mulia maupun emas perhiasan di Galeri 24 Salemba, Jakarta, Jumat (31/10/2025). Meskipun dalam beberapa waktu terakhir logam mulia mengalami tren pelemahan, harga emas yang terus berfluktuasi tidak menyurutkan minat masyarakat untuk membeli. Dalam tiga minggu terakhir, aktivitas pembelian emas di Galeri 24 Salemba mengalami peningkatan. Antusiasme masyarakat ini tidak lepas dari tren kenaikan harga emas yang diyakini akan terus berlanjut. Karena permintaan yang sangat tinggi dan untuk memastikan seluruh masyarakat dapat terlayani, pembelian logam mulia dibatasi maksimal dua keping. Per 31 Oktober 2025, harga jual logam mulia Galeri 24 tercatat sebesar Rp2.407.000 per gram.

REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA — Komoditas emas perhiasan tercatat mengalami inflasi secara bulanan (month-to-month/mtm) selama 30 bulan berturut-turut sejak September 2023 hingga Februari 2026. Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa Badan Pusat Statistik (BPS) Ateng Hartono mengatakan, dalam struktur Indeks Harga Konsumen (IHK) nasional, emas perhiasan masuk dalam Kelompok Pengeluaran Perawatan Pribadi dan Jasa Lainnya.

“Kelompok Perawatan Pribadi dan Jasa Lainnya menjadi salah satu kelompok utama penyumbang inflasi pada Februari 2026,” ujar Ateng di Jakarta, Senin.

Baca Juga

Kelompok tersebut mengalami inflasi sebesar 2,55 persen secara bulanan dengan andil terhadap inflasi mencapai 0,19 persen pada Februari 2026.

“Tingkat inflasi kelompok ini lebih besar dibandingkan bulan sebelumnya maupun periode yang sama pada tahun-tahun sebelumnya. Komoditas yang memberikan andil inflasi terbesar pada kelompok ini adalah emas perhiasan,” kata Ateng.

Harga Emas Melonjak

Ateng menjelaskan, inflasi emas perhiasan pada Februari 2026 tercatat sebesar 8,42 persen dan memberikan andil inflasi sebesar 0,19 persen.

Ia menilai kenaikan tersebut sejalan dengan lonjakan harga emas di pasar internasional.

Berdasarkan data yang diolah dari World Bank Commodity Price Data (The Pink Sheet) dan Bloomberg, tren kenaikan harga emas terus berlanjut hingga awal 2026 dan kembali menembus rekor tertinggi pada Februari.

Harga emas pada Februari 2026 tercatat mencapai 5.019,97 dolar AS per troy ounce atau sekitar Rp84,48 juta (kurs Senin pagi Rp16.829 per dolar AS).

Level tersebut meningkat signifikan dibandingkan pertengahan 2024. Pada Juli 2024, harga emas internasional masih berada di kisaran 2.398 dolar AS per troy ounce atau sekitar Rp40,36 juta.

“Artinya, harga emas meningkat hampir lebih dari dua kali lipat,” ujar Ateng.

BPS mencatat inflasi umum Indonesia pada Februari 2026 sebesar:

  • 4,76 persen secara tahunan (year-on-year/yoy)
  • 0,68 persen secara bulanan (month-to-month/mtm)
  • 0,53 persen secara tahun kalender (year-to-date/ytd)
 
 
 
Lihat postingan ini di Instagram
 
 
 

Sebuah kiriman dibagikan oleh Republika Online (@republikaonline)

sumber : ANTARA
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement