Selasa 18 Mar 2014 16:16 WIB

Industri Logistik Indonesia Diprediksi Tumbuh 14,7 Persen

Rep: Satya Festiani/ Red: Nidia Zuraya
Komoditas perdagangan dalam kawasan bongkar muat peti kemas.
Foto: thechinatimes.com
Komoditas perdagangan dalam kawasan bongkar muat peti kemas.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Frost and Sullivan memprediksi industri logistik Indonesia tumbuh 14,7 persen menjadi Rp 1,816 triliun pada 2014. Peningkatan disebabkan pertumbuhan di sektor jasa dan peningkatan konsumsi pribadi rumah tangga.

Vice President Global, Transportation and Logistics Practice Frost and Sullivan, Gopal R, mengatakan pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDB), ekonomi dan peningkatan daya beli akan mendorong konsumsi pribadi yang meningkatkan volume perdagangan dan nilai sehingga mampu mendorong distribusi barang.

"Pertumbuhan dalam perdagangan internasional akan mendorong integrasi regional dan menghilangkan hambatan perdagangan," ujar Gopal, Selasa (18/3).

Menurut dia, meningkatnya kelas menengah dan pendapatan juga akan mendorong permintaan barang yang pada akhirnya memicu permintaan transportasi. Di samping itu, industri pengangkutan yang paling menguntungkan tahun ini berasal segmen kelautan.

Industri tersebut diperkirakan akan tumbuh 4,3 persen dengan total volume 1,04 miliar ton setiap tahunnya. "Pelabuhan Tanjung Priok Jakarta akan meningkatkan kapasitas tahunan dari lima juta TEU kontainer menjadi 18 juta TEU," ujarnya.

Volume kargo dengan kereta api diperkirakan juga akan meningkat 8,5 persen menjadi 25,5 juta ton dibanding dengan 23,6 juta ton pada 2013. "Sektor kereta api sulit karena sifat modal dan padat karyanya, serta kebutuhan infrastruktur yang luas," ujarnya.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement