Rabu 05 Mar 2014 15:25 WIB

Eximbank Akan Terbitkan Obligasi Rp 24 Triliun

Rep: Satya Festiani/ Red: Nidia Zuraya
Bank Exim Indonesia
Foto: Indonesiaeximbank.go.id
Bank Exim Indonesia

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- PT Indonesia Eximbank akan menerbitkan obligasi berkelanjutan atau penerbitan umum berkelanjutan (PUB) II senilai Rp 24 triliun. Hal itu dilakukan untuk mencapai target pertumbuhan pembiayaan sebesar 20 persen menjadi Rp 45 triliun pada tahun ini.

Direktur Pelaksana Eximbank Basuki Setyadjid mengatakan, pihaknya telah mengajukan izin PUB II ke pemerintah atau dalam hal ini Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk pendanaan. Penerbitan surat utang ini akan dilakukan dalam tempo 3 tahun. Artinya, perusahaan akan melakukan penawaran obligasi tiap tahunnya senilai Rp 8 triliun.

Untuk 2014, Eximbank akan menerbitkan obligasi sebesar Rp 4 triliun pada semester I. "Sisanya akan dilakukan pada semester II," ujar Basuki dalam Paparan Kinerja Eximbank 2013, Rabu (5/3).

Untuk semester I, Perseroan akan menawarkan dua bentuk obligasi, yakni obligasi korporasi dan obligasi ritel dengan nilai masing-masing Rp 3 triliun dan Rp 1 triliun. Penerbitan obligasi ritel ini dilakukan untuk menyerap dana masyarakat karena lembaga pembiayaan ekspor dan impor ini tidak menawarkan produk dana pihak ketiga (DPK).

"Obligasi ritel ini memang terbilang baru. Tapi sesuai hasil riset dan kajian kami, kalau porsinya segitu, masih dapat diserap masyarakat," ujarnya. Obligasi ritel ini akan bernominal Rp 5 juta.

Perseroan telah menunjuk lembaga penjamin emisi yakni Standard Chartered Securities, Indopremier Securities, HSBC Securities, dan CIMB Niaga Securities. Sementara wali amanatnya adalah PT Bank Mandiri.

Direktur Pelaksana II Indonesia Eximbank Isnen Sutopo mengatakan, perseroan juga akan mencari pendanaan valuta asing (valas). "Kami mencari pendanaan valas melalui pinjaman bilateral dengan bank asing, sindikasi, dan multilateral. Mei ini akan ada perjanjian pinjaman sindikasi," ujarnya.

Pendanaan valas akan digunakan untuk membiayai kredit valas. Porsi pembiayaan valas pada akhir 2013 mencapai 56,68 persen terhadap total kredit. Sisanya merupakan pembiayaan dalam bentuk mata uang rupiah.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement