Kamis 13 Feb 2014 22:51 WIB

Industri Mode Dongkrak Nilai Ekspor

Rep: Nora Azizah/ Red: Djibril Muhammad
Industri mode
Foto: antara
Industri mode

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Panggung mode Indonesia memang sedang menjadi sorotan dunia. Perkembangannya terus meningkat setiap tahun, termasuk mendongkrak nilai ekspor Indonesia.

"Mode Indonesia memiliki potensi sehingga mampu berperan penting dalam pasar global," kata Direktur Pengembangan Produk Ekspor Kementerian Perdagangan RI Dody Edward, Kamis (13/2).

Berdasarkan data Badan Pudat Statistik (BPS) yang sudah diolah Kementerian Perdagangan RI, nilai ekspor industri mode selalu meningkat tiap tahunnya. Sejak 2008, ekspor fesyen mengalami pertumbuhan 10,95 persen per tahun.

Terhitung pada periode Januari hingga November 2013, nilai ekspor produk fesyen mencapai 10,97 miliar dolar AS. Nilai ini meningkat 4,4 persen dari periode yang sama pada 2012.

Produk fesyen Indonesia mampu bersinergi antara pengembangan kualitas dan promosi. Banyaknya pekan mode yang diselenggarakan di Indonesia sangat membantu sisi pemasaran produk.

Produk dagang yang ditawarkan dari para pengusaha mode sudah memenuhi standar internasional, memiliki ciri khas, dan memuaskan konsumen. Sehingga tak sulit menembus pasar global.

Hingga saat ini, negara tujuan ekspor produk fesyen terbanyak yaitu Amerika Serikat, Jepang, Jerman, Inggris, Belgia, Korea Selatan, Belanda, Cina, Italia, dan Uni Emirat Arab. Produk mode seperti busana, aksesori, tas, hingga sepatu yang sangat diminati pasar global.

Untuk pasar dalam negeri, Indonesia menjadi pasar yang memiliki potensi besar dengan jumlah penduduk yang besar. Hal ini juga ditunjang dengan daya beli masyarakat yang meningkat. Pendapatan per kapita pada 2012 mencapai 3.562,6 dolar AS. Jumlah tersebut meningkat 9,54 persen bila dibandingkan tahun lalu.

"Harapannya ke depan industri fesyen bisa menyerap kebutuhan pasar lebih besar lagi," kata Dody.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement