Rabu 05 Feb 2014 14:42 WIB

BPS: Optimisme Pelaku Bisnis di Indonesia Turun

Rep: Muhammad Iqbal/ Red: Nidia Zuraya
INVESTASI(illustrasi)
INVESTASI(illustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Badan Pusat Statistik (BPS) memperkirakan tingkat optimisme pelaku bisnis pada triwulan I 2014 akan lebih rendah dibandingkan triwulan IV 2013. Jika pada triwulan IV 2013 nilai Indeks Tendensi Bisnis (ITB) tercatat 104,72, maka pada triwulan I 2014 nilainya diperkirakan sebesar 104,72.

Demikian presentasi Berita Resmi Statistik (BRS) dari BPS yang dikutip Republika, Rabu (5/2). ITB adalah indikator perkembangan ekonomi usaha terkini yang datanya diperoleh dari Survei Tendensi Bisnis (STB) yang dilakukan BPS dan Bank Indonesia. 

Survei dilakukan setiap triwulan terhadap perusahaan sedang dan besar di Indonesia. Responden yang dicuplik adalah pimpinan perusahaan dengan jumlah sekitar 2.300 perusahaan.

Dari hasil survei diperkirakan, kondisi bisnis di semua sektor ekonomi pada triwulan I 2014 mengalami peningkatan, kecuali sektor Pertambangan dan Penggalian (nilai ITB 95,40). Sektor pertanian, peternakan, kehutanan dan perikanan diprediksi mengalami peningkatan bisnis tertinggi (nilai ITB sebesar 110,68). 

Jika ditilik dari variabel pembentuk perkiraan ITB triwulan I 2014, harga jual produk memiliki nilai ITB tertinggi yaitu sebesar 105,67. Disusul oleh variabel order dari luar negeri (nilai ITB 104,17), order dari dalam negeri (nilai ITB 103,68) dan order barang input (nilai ITB 100,55). 

BPS juga mengumumkan, nilai ITB pada triwulan IV 2013 sebesar 104,72. Itu artinya, tingkat optimisme pelaku bisnis lebih rendah dibandingkan triwulan III 2013 yang memiliki nilai ITB 106,12. Peningkatan kondisi bisnis pada triwulan IV 2013 terjadi pada semua sektor ekonomi, kecuali sektor pertanian, peternakan, kehutanan dan perikanan (nilai ITB 95,54). 

Peningkatan tertinggi terjadi pada sektor listrik, gas dan air bersih (nilai ITB 107,33) dan terendah pada sektor jasa-jasa (nilai ITB 103,33). Menurut survei, kondisi bisnis pada triwulan IV 2013 meningkat karena adanya peningkatan pendapatan usaha (nilai indeks 108,86), penggunaan kapasitas produksi/usaha (nilai indeks 106,21) dan rata-rata jumlah jam kerja (nilai indeks 102,68).

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement