Ahad 05 Jan 2014 05:51 WIB

SBY Minta Boediono Laporkan Solusi Harga Elpiji

Presiden SBY.
Foto: IST
Presiden SBY.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) meminta Wakil Presiden Boediono melaporkan hasil rapat kabinet untuk mencari solusi prorakyat atas kenaikan harga Elpiji 12 kg di Bandara Halim Perdanakusuma, Ahad (5/1).

Menurut serangkaian pernyataan Presiden yang diunggah di akun jejaring Twitter Presiden, @SBYudhoyono, merupakan tindak lanjut atas upaya untuk merespons keresahan masyarakat.

"Kemarin saya instruksikan Wapres pimpin Rapat Kabinet untuk carikan solusi. Arahan saya: jangan sampai meningkatkan inflasi dan bebani rakyat. Hari ini, Ahad 5 Januari 2014, saya minta Wapres laporkan hasilnya di Halim beserta solusi yang pro rakyat," kata SBY.

Kepala Negara beserta rombongan dijadwalkan tiba di Bandara Halim Perdanakusuma pada Ahad siang setelah menyelesaikan kunjungan kerja tiga hari di Jawa Timur, 3-5 Januari 2014.

"Saya mengetahui sebagian masyarakat menyoroti dan protes kenaikan harga Elpiji 12 kg yang dilakukan Pertamina," ujar SBY.

Menurut SBY, meski kenaikan harga itu merupakan kewenangan Pertamina dan tidak harus melapor kepada presiden, namun ia menilai pemerintah perlu turun tangan karena menyangkut rakyat banyak.

"Saya tahu BPK menyatakan ada kerugian Pertamina sekitar Rp7 triliun, tetapi solusinya tidak otomatis menaikkan harganya sebesar 60 persen," katanya.

Kenaikan harga yang terlalu pesat, tambah Presiden, akan meningkatkan harga barang dan jasa sehingga pada akhirnya rakyat kurang mampulah yang akan terbebani.

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement