REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Hatta Rajasa menilai keputusan Bank Indonesia (BI) yang mempertahankan BI Rate di level 6,5 persen cukup efektif untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi. "Jadi, dengan BI menerapkan itu (BI Rate 6,5 persen) sudah cukup efektif untuk pertumuhan (ekonomi) kita," kata Hatta usai Pidato Kenegaraan Presiden 2013 di Gedung DPR, Jakarta, Jumat (16/8).
Menurut Hatta, BI sudah mempertimbangkan kebijakan-kebijkan untuk menjaga pertumbuhan kredit dan perbankan. "Namun, harus tetap prudent (hati-hati). Jadi, kita akan jaga inflasi terutama dari sisi harga volatile food," katanya.
Hatta menyakini inflasi akan bisa dikendalikan karena inflasi pada Juli 2013 yang mencapai 3,29 persen lebih dipicu kenaikan harga BBM bersubsidi ditambah dengan pengaruh transportasi dan komoditi. Ia juga memperkirakan inflasi pada Agustus akan turun dan di Oktober akan terjadi deflasi.
Dia mengatakan target inflasi 2014 tetap pada level 4,5 persen plus satu persen. Menurutnya, kontribusi dari inflasi inti (core inflation) tidak terlalu berpengaruh banyak karena itu sangat eksternal.
"Yang kita jaga dari sisi administration price dan volatile food," ujar Hatta. Dia menjanjikan akan mengandalikan dari sisi transportasi serta pasokan dan permintaan.