Kamis 11 Jul 2013 09:32 WIB

Perbankan Yakin BI Rate Naik Lagi

Rep: Satya Festiani/ Red: Nidia Zuraya
Gedung Bank Indonesia
Foto: Republika/Wihdan Hidayat
Gedung Bank Indonesia

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Perbankan meyakini suku bunga acuan Bank Indonesia (BI Rate) akan kembali dinaikkan seiring inflasi yang terus meningkat. Sebelumnya pada pertengahan Juni lalu BI telah menaikan BI Rate sebesar 25 basis poin menjadi 6 persen.

Direktur Utama PT Bank Mega Tbk, Kostaman Thayib, mengatakan besar kemungkinan BI akan menaikan BI Rate mengingat inflasi yang diperkirakan mencapai 7,8 persen. "Biasanya BI Rate salah satu untuk mengelola inflasi. Kalau inflasi agak tinggi, BI menaikan BI Rate untuk mengendalikan inflasi," ujar Kostaman, Kamis (11/7).

Senada dengan Kostaman, Direktur Utama PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten Tbk (BJB), Bien Subiantoro, juga memperkirakan BI Rate akan naik. Kenaikan BI Rate akan direspons oleh BJB dengan kenaikan suku bunga deposito. "Kita tunggu hasil BI Rate naik berapa. Setelah itu kita minggu ini naik," ujar Bien.

Gubernur BI, Agus Martowardojo, mengatakan inflasi di tanah air diperkirakan mencapai 7,2 - 7,8 persen year on year (yoy). "Tapi itu bias ke atas," ujar Agus.

Tingginya inflasi disebabkan kenaikan tarif transportasi yang tidak sesuai dengan ekspektasi awal. Ia mengatakan target di kisaran 7,2 persen dapat tercapai jika tarif transportasi dan volatile food bisa dikendalikan. BI akan terus bekerja sama dengan pemerintah untuk mengendalikan inflasi.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement